Jumat, 31 Mei 2013

Lord Baden-Powell of Gilwell (1857-1941) : Bapak Pandu Dunia



Pengantar
Untuk dapat mengenal Gerakan Kepanduan lebih dalam, maka harus tahu tentang orang yang mendirikan Gerakan Kepanduan, salah seorang yang sungguh-sungguh dapat disebut “boy-man” (orang dewasa bersemangat muda), yang pemah ada di dunia yaitu Lord Baden-Powell of Gilwell, Bapak Pandu Sedunia, sangat terkenal oleh semua Pandu sebagai “BP”.

Robert Stephenson Smyth Baden-Powell dilahirkan di London, Inggris, pada 22 Februari 1857 – ialah hari di mana orang-orang Amerika merayakan hari ulang tahun George Washington yang ke-125. Ayahnya iahh Domine H.G. Baden-Powell, Profesor di Oxford. Ibunya adalah putri Admiral Inggris W.T. Smyth. Moyangnya, tetapi kembali ke Inggris dan mendapat kecelakaan di laut dalam perjalanannya pulang. Jadi Baden-Powell itu dari pihak satu adalah keturunan seorang alim dan dari pihak yang lain dari seorang kolonis di Dunia Baru, yang penuh pengalaman. 

Masa Muda “BP”
Ayahnya meninggal ketika Robert kurang lebih berumur tiga tahun, meninggalkan ibunya dengan tuiuh anak di bawah umur empat belas tahun. Sering kali keluarga yang besar itu mengalami kesukaran-kesukaran, tetapi berkat cinta kasih sang ibu terhadap anak-anaknya, dan cinta kasih anak-anak terhadap ibunya, segala kesulitan dapat diatasi. Dengan keempat saudaranya laki-laki Robert mengalami hidup gilang-gemilang, di alam luar dengan jalan mengembara dan berkemah di berbagai tempat di Inggris.

Pada tahun 1870 B.P. masuk Charterhouse School di London dengan bea siswa. Ia bukan seorang pelajar yang luar biasa, tetapi ia adalah salah seorang yang giat. Ia selalu menjadi pusat perhatian, yang memegang peranan, jika ada sesuatu di halaman sekolah, dan segera menjadi terkenal karena kecakapannya sebagai keeper kesebelasan Charterhouse. Kecakapannya bermain sandiwara sangat digemari oleh teman-temannya sekolah. Sewaktu-waktu diminta, ia mengadakan suatu pertunjukan, yang akan menggemparkan seluruh sekolah. Ia juga gemar akan musik dan bakatnya akan menggambar kemudian memungkinkannya menghiasi karangan-karangannya sendiri.

“BP” di India
Pada usia 19 tahun B.P. tamat belajar pada Charterhouse dan segera sesudah ada kesempatan, ia pergi ke India sebagai pembantu letnan, dan masuk resimen, yang membentuk sayap kanan dari barisan berkuda dalam "Charge of the Light Brigade" yang terkenal dalam Perang Krim. Kecuali menjalankan tugas kewajibannya yang gilang-gemilang dalam ketentaraan – ia menjadi Kapten pada usia dua puluh enam tahun – itu memperoleh piala olah raga yang sangat dihargai diseluruh India – yang untuk “pigsticking”, ialah memburu babi hutan, berkuda dengan sebuah tombak pendek sebagai satu-satunya senjata. Kamu akan sadar, betapa besar bahayanya pemburuan ini, kalau tahu, bahwa babi hutan sering dikatakan sebagai ”satu-satunya binatang, yang berani minum air bersama-sama dengan seekor harimau dari satu telaga.”

Berperang di Afrika
Pada tahun 1887 kita mendapatkan B.P. di Afrika, ikut serta dalam serangan terhadap orang-orang Zulu dan kemudian terhadap suku-suku bangsa Ashanti yang buas dan prajurit-prajurit Matabele yang kejam. Penduduk di situ begitu takut kepadanya, sehingga ia diberi sebutan ”Impeesa”, serigala yang tak pernah tidur, karena keberaniannya, kepandaiannya akan menyuluh serta kecakapannya akan menemukan jejak-jejak yang menggemparkan itu. Kenaikan pangkat Baden-Powell hampir diperoleh secara automatis, begitu teraturlah terjadinya sampai tiba-tiba ia menjadi termashur. 

Pada 1899 B.P. naik pangkat menjadi Kolonel
Di Afrika Selatan kesukaran makin hari makin bertambah. Hubungan antara pemerintah Inggris dan pemerintah republik Transval telah memuncak pada titik perpecahan. Baden-Powell diperintahkan supaya membentuk dua batalyon pemburu berkuda dan terus berangkat ke Mafeking, sebuah kota ditengah-tengah Afrika Selatan. “Siapa menduduki Mafeking, berkuasa di Afrika Selatan”, ujar orang-orang penduduk asli yang terbukti benar juga.

Pengepungn Mafeking
Perang pecah dan selama 217 hari – dari 13 Oktober 1899 - B.P. menduduki Mafeking dalam pengepungan oleh musuh, yang jumlahnya jauh lebih besar, sampai akhirnya pasukan-pasukan yang datang memberi pertolongan dapat menerobos jalan pada tanggal 18 Mei 1900.

Selama itu negeri Inggris menanti kesudahannya dengan rasa khawatir. Akhirnya, ketika datanglah berita: "Mafeking telah tertolong" maka negeri itu sangatlah gembira. Carilah “Mafeking” dalam kamusmu Bahasa Inggris, maka kamu akan mendapatkan disamping perkataan itu dua buah kata, terjelma pada hari yang penuh kegemparan itu, dari mana kota di Afrika Selatan," ujar orang-orang penduduk asli yang terbukti "riot-like celebration" atau "perayaan yang menggemparkan.B.P., yang sekarang telah naik pangkat menjadi Jenderal Mayor, adalah seorang pahlawan bangsanya.

Kepanduan Dilahirkan
Pada 1901 ia kembali sebagai seorang pahlawan ke Inggris dari Afrika Selatan, penuh dengan kehormatan dan ternyata inilah yangmenjadi keheranannya, bahwa terkenalnya sebagai perseorangan menyebabkan terkenalnya bukunya untuk orang-orang tentara, yaitu “Aids to Scouting” atau “Pedoman untuk Memandu”. Buku itu dipakai sebagai bacaan pada sekolah-sekolah laki-laki.

Di sini B.P. menyadari suatu panggilan. Ia sadar, bahwa disinilah ia mempunyai kesempatan akan menolong anak-anak negaranya supaya tumbuh menjadi orang yang kuat. Sebuah buku tentang Kepanduan bagi orang-orang laki-laki saja sudah dapat memanggil serta mendorong anak-anak, apalagi sebuah buku yang semata-mata ditulis bagi anak-anak itu sendiri!

Ia mulai bekerja dengan mempraktekkan pengalaman-pengalamannya di India dan di Afrika di antara orang Zulu dan suku-suku buas lain. Ia mengumpulkan suatu perpustakaan yang khusus dan membaca buku-buku mengenai latihan-latihan dari abad ke abad – dari anak-anak Sparta, orang-orang Inggris jaman dahulu, orang-orang Indian, sampai jaman sekarang ini.

Sedikit demi sedikit serta dengan seksama B.P. memperkembangkan pikiran akan Kepanduan. Ia hendak meyakinkan, bahwa pikirannya itu akan ada hasilnya juga, oleh karena itu pada musim panas tahun 1907 ia mengajak segerombolan dari duapuluh orang anak ke Brownsea Island di Terusan Inggris akan mengadakan perkemahan kepanduan pertama, yang pernah dilihat oleh dunia. Perkemahan itu terselenggara dengan hasil yang sangat baik.

“Scouting for Boys”
Dan kemudian, pada permulaan tahun 1908, tiga bulan sekali ia menerbitkan buku pedomannya untuk latihan-latihan, "Scouting for Boys", yang dihiasi, oleh ia sendiri - dengan tidak menyangka-nyangka, bahwa buku ini akan menimbulkan suatu Gerakan, yang meliputi anak-anak seluruh Dunia.
Baru saja buku "Scouting for Boys" ini mulai muncul dalam toko-toko buku serta tempat-tempat penjualan surat-surat kabar, mulailah timbul Regu-regu serta Pasukan-pasukan Kepanduan – bahkan  tidak di Inggris saja, melainkan dibanyak negeri-negeri lain.

Kehidupan B.P. Yang Kedua
Pergerakan makin hari makin berkembang dan pada tahun 1910 menjadi demikian luasnya, sehingga B.P. sadar, bahwa Kepanduan akan menjadi pekerjaannya selama hidup. Ia mempunyai pandangan serta keyakinan akan menyadari, bahwa ia akan lebih berjasa lagi bagi tanah airnya, apabila ia melatih para muda supaya menjadi warga negara utama, daripada melatih beberapa orang agar kelak dapat berperang. Dan oleh karena itu ia meletakkan jabatannya dalam ketentaraan, di mana ia telah menjadi Letnan Jenderal dan memasuki ”hidupnya kedua”, seperti disebutnya - hidupnya dalam pengabdian kepada dunia karena Kepanduan. Ia memetik buah usahanya dalam perkembangan pergerakan Kepanduan dan dalam cinta serta hormat anak-anak di seluruh dunia.

Persaudaraan Sedunia
Pada tahun 1912 ia mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui para Pandu di berbagai negara. Ini adalah permulaan Kepanduan sebagai Persaudaraan Sedunia. Perang Dunia Pertama meletus dan memperhentikan pekerjaan ini sementara, tetapi dengan berakhirnya permusuhan, telah dimulai lagi, dan pada tahun 1920 para Pandu dari seluruh dunia berkumpul di London untuk pertemuan Kepanduan Internasional yang pertama - Jambore Se-dunia pertama. Pada malam yang terakhir dari Jambore itu, yaitu pada tanggal Agustus, B.P. diangkat menjadi “Chief Scout of the World”, “Bapak Pandu Seluruh Dunia” disambut dengan tepuk sorak riuh rendah oleh anak-anak yang berkumpul.

Pergerakan Kepanduan terus berkembang. Pada waktu mencapai umur duapuluh satu tahun, jadi ketika sudah menjadi “dewasa”, jumlah anggotanya, boleh dikatakan dinegara-negara di seluruh dunia yang sudah beradab mencapai lebih dari dua juta. Pada peristiwa itu B.P. dianugrahi oleh rajanya, George V, dengan julukan baron dengan nama Lord Baden-Powell of Gilwell ........ Meskipun demikian, bagi setiap pandu ia akan tetap: ,”B.P”, Bapak Pandu Seluruh Dunia.

Jambore sedunia yang pertama diikuti oleh Jambore-jambore lain – pada 1924 di Denmark, pada 1929 di Inggris, pada 1933 di Hongaria, pada 1937 di Negeri Belanda. Pada tiap-tiap Jambore itu Baden-Powell memegang peranan, dengan semangat dihormati oleh --- anak-anak-"nya", kemanapun ia pergi. Tetapi Jambore itu hanya merupakan sebagian dari usaha ke arah Persaudaraan Kepanduan Sedunia. B.P. sering kali bepergian untuk kepentingan Kepanduan, ia selalu mengadakan surat-menyurat dengan para Peminpin pandu diberbagai-bagai negara dan terus menulis tentang Kepanduan serta menghiasi karangan-karangannya dan buku-bukunya dengan gambarannya sendiri.

Masa Tua B.P.
Ketika akhirnya, setelah mencapai usaha delapan puluh tahun, kekuatannya mulai berkurang, ia kembali ke Afrika yang dicintainya, dengan isterinya, Lady Baden-powell, yang menjadi pembantunya yang bersemangat dalam segala usahanya dan menjadi pemimpin sendiri dari Kepanduan Putri Sedunia - suatu pergerakan yang dimulai juga oleh Baden-Powell. Mereka bertempat tinggal di Kenya, dalam suatu tempat yang tentram, dengan suatu pemandangan yang indah melalui rimba-rimba yang sangat luas, menuju puncak-puncak gunung yang tertutup salju.
Disanalah B.P. meninggal dunia pada tanggal 8 Januari 1941 – sebulan lebih sedikit sebelum ulang tahunnya kedelapan puluh empat.


Sumber :
"Memandu Untuk Putra"  Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 1982

Tidak ada komentar:

Posting Komentar