Tampilkan postingan dengan label H. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label H. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

HS Mutahar - Tokoh Pandu/Pramuka Indonesia





M. Husein Mutahar, lahir di Semarang, Jawa Tengah, 5 Agustus 1916 – meninggal di Jakarta, 9 Juni 2004 pada umur 87 tahun). Beliu lebih dikenal dengan nama H. Mutahar, seorang komposer musik Indonesia, terutama untuk kategori lagu kebangsaan dan anak-anak. Lagu ciptaannya yang sangat populer adalah himne Syukur (diperkenalkan Januari 1945) dan mars Hari Merdeka (1946). Karya terakhirnya, Dirgahayu Indonesiaku, menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia.

Ia mengecap pendidikan setahun di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada periode 1946-1947, setelah tamat dari MULO B (1934) dan AMS A-I (1938). Pada tahun 1945, Mutahar bekerja sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI di Jogjakarta, kemudian menjadi pegawai tinggi Sekretariat Negara di Jogjakarta (1947). Selanjutnya, ia mendapat jabatan-jabatan yang meloncat-loncat antardepartemen. Puncak kariernya barangkali adalah sebagai Duta Besar RI di Tahta Suci (Vatikan) (1969-1973). Ia diketahui menguasai paling tidak enam bahasa secara aktif. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Penjabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (1974).

Mutahar aktif dalam kegiatan kepanduan. Ia adalah salah seorang tokoh utama Pandu Rakyat Indonesia, gerakan kepanduan independen yang berhaluan nasionalis. Ia juga dikenal anti-komunis.
Ketika seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, Mutahar juga menjadi tokoh di dalamnya dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 1967-1970. Beliau juga menciptakan sejumlah lagu-lagu Pramuka yang sangat populer hingga saat ini.

Namanya juga terkait dalam mendirikan dan membina Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tim yang beranggotakan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Dalam sebuah  makalah yang ditulis tahun  1993 berjudul "Scouting" HS Mutahar menyampaikan pandangannya tentang Gerakan Pramuka, sbb :

"... Menurut pendapat dan pendirian saya pribadi, bagi kita di Indonesia, yang tepat kita ambil dari Scout Training tersebut, adalah Method of Training beserta inti maksud training tersebut, yaitu Character Building atau pembinaan watak sang anak. Faktor-faktor lainnya, harus kita adaptasikan, kita sesuaikan dengan kepentingan dan keperluan Indonesia serta dengan kepribadian Bangsa kita...."

"... Dari aspek Outdoors-nya scouting yang pantas kita ambil adalah maksud dari menggunakan Outdoors activities itu ...."

"... Pertama, mengembangkan sifat-sifat karakter/watak yang positif/baik dari orang-orang outdoors ialah:
  1. orang-orang desa (backwoodmen)
  2. penjelajah
  3. orang-orang di tempat-tempat terpencil (frontiersmen)
Kedua : Dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan praktis mereka itu, kita berharapan dapat mencapai nilai-nilai formal/pendidikan dari aktivitas tersebut. Dengan kata lain, kita dapat membina/membangun watak yakni sifat-sifat karakter yang positif/baik pada anak-anak...."

"... Setiap kegiatan pendidikan mempunyai nilai formal atau nilai pendidikannya serta nilai meterialnya atau nilai kegunaan praktisnya. Dalam gerakan scouting atau kepanduan banyak sekali kegiatan atau training atau latihan atau permainan (=games, bukan play) yang diadakan dengan titik berat pada pencapaian nilai formal atau nilai pendidikannya. Bukan untuk mencapai nilai materialnya semata-mata. Hal inilah yang banyak salah mengerti oleh orang di "luar" kepanduan...."

"... Perkembangan keadaan global sekarang sedang berubah ke arah pemeliharaan Lingkungan Hidup karena disadari bahwa equilibrium (kesinambungan) dalam alam ternyata guncang. Dalam kamus, lingkungan hidup itu sama dengan ALAM. Dengan kata lain; dengan memelihara lingkungan hidup, dikehendaki tercapainya kembali equilibrium atau keseimbangan dalam ALAM....''

Sumber
Buku 40 Tahun Gerakan Pramuka, Kwarnas Gerakan Pramuka,  Jakarta 2001
www.wikipedia.or.id


Senin, 08 Oktober 2012

Himpunan Pandu Wreda (HIPPRADA)



Gagasan dan Perkembangannya.
  • Pada bulan Agustus 1968, selesai meninjau Perkemahan Wirakarya Tahun 1968 di Desa Cihideung, Kecamatan cihampea Kabupaten Bogor, Kakwarnas sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam suatu pertemuan informal telah mengungkapkan gagasan tentang penting dan perlunya suatu usaha menarik danmengumpulkan para bekas Pandu (Former Scouts) dari berbagai organisasi kepanduan yang pernah ada.Mereka akan dihimpun dalam satu wadah/badan organisasi, yang kemudian akan menggabungkan diri pada badan internasional IFOFSAG (International Fellowship of Former Scouts and Guides) yang berpusat di Brussel, Belgia.
  • Gagasan tersebut kemudian oleh Kwarnas dijadikan salah satu saran yang akan diajukan dalam Munas Tahun 1974.Pada tanggal 12 Desember 1971 dibentuk suatu organisasi para "former scouts” yang diberi nama "Ikatan Persaudaraan Pandu-pandu Dahulu" dengan susunan pengurus "Dewan Sesepuh” sebagai berikut:Ketua : Daeng Manggurangi,Sekretaris : Muharam Atmadja Sutisna, Anggota-anggota : Wim F.J.F. Pattikawa, A Budiman, M. Djohan Tanamas, dan Tjahja Wastupradja Pada tanggal 2 Mei 1972 para "former scouts" sebanyak 36 orang berapat di Gedung Kwarnas, Medan Merdeka Timur 6, Jakaria Pusat. 
  • Mereka bersepakat mengadakan penyempurnaan susunan “Dewan Sesepuh Ikatan Persaudaraan Pandu-Pandu Dahulu”  sebagai berikut :Ketua :  Soetomo (Bung Tomo),Wakil Ketua : Daeng Manggurangi,Sekretaris : Muharam Atmadja Sutisna,Anggota-anggota : semua yang hadir menyatakan menjadi anggota antara lain : Prof. dr. sutarman, Sudiro, Imron Rosjadi SH.

Perubahan sebutan "Pandu Dahulu" menjadi "Pandu Wreda"
Pada tanggal 8 Februari 1973 diadakan pertemuan di kantor Sri Sultan Hamengku Buwono IX di  Jl. Merdeka selatan 14, Jakarta Pusat, yang dihadiri oleh antara lain Bapak sudiro dan Ibu, Prof. dr. Sutarman dan Ibu, dr' Azis saleh dan Ibu, Ibu Kwari Sastrosumarto, Letjen TNI Sarbini, Letjen TNI Mashudi, Letjen TNI Latief Hendraningrat, Bapak Kasman Singodimedjo SH, Bapak Imron Rosjadi SH, Bung Tomo, BapakMuharam Atmadja Sutisna,  Bapak Djohar Tanamas, Bapak Daeng Manggurangi, Bapak w. pattikaw. Bapak A. Budiman.

Dalam pertemuan tersebut telah diambil beberapa keputusan antara lain :
  • Merubah sebutan "Pandu Dahulu" menjadi "Pandu wreda", sehingga nama organisasinya menjadi "Ikatan Persaudaraan pandu Wreda”.
  • Membentuk suatu Panitia ad hoc yang dipimpin oleh Bung Tomo dan Letjen Mashudi, dibantu oleh suatu Sekretariat yang dipimpin oleh Muharam Atmadja Sutisna ditambah seorang tenaga dari Kwarnas.
  • Panitia tersebut ditugaskan antara lain untuk : menyusun konsep Anggaran Dasar Ikatan persaudaraan pandu wreda,  membentuk Badan Kerja/Pelaksana untuk menyebarluaskan ide persaudaraan pandu Wreda.
Pembentukan Pengurus Tingkat Daerah.
Prof.  dr. Sutarman telah memulai suatu usaha penyebarluasan dengan anjuran agar para tokoh bekas Pandu yang ada di daerah, membentuk Pengurus Daerah Persaudaraan Pandu Wreda. Beliau sendiri telah memprakarsai terbentuknya Pengurus Daerah untuk wilayah DKI Jakarta  dengan mengadakan pertemuan para tokoh bekas Pandu yang berdomisili di Jakarta sebanyak 54 orang pada.tanggal 24 Juni 1974 bertempat di Gedung Wanit4 Jl. Diponegoro 26, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut telah berhasil dibentuk Pengurus Daerah Persaudaraan Pandu Wreda DKI Jakarta, dengan susunannya sebagai berikut: Ketua  : Prof. Soenarjo SH, Wakil Ketua : Ibu H.S. Soetarman, Penulis I : Drs. Slaman, Penulis II : Amin Tirtoprajitno, Bendahari I : Ibu I. Suraputra
Bendahari II : A Budiman Thio, Usaha : AS. Taningdjaja, Humas : Sudjud Puspodiwirjo.

Panitia Pendiri Persaudaraan Pandu Wreda di daerah.
Yang membentuk panitia untuk mendirikan Persaudaraan di daerah tercatat antara lain: Dr. Kusnul yakin dan Soediani di Surabaya, Kaspul Anwar di Malang Mutomo di Semarang Sundoro Kartoprodjo di Yogyakart4 Daeng Sutigna di Bandung Ki Sugondo Kartoprodjo di Medan, Ibu Lukitaningsih di Palembang, Usman Rungka di Ujung Pandang.

Kerjasama dengan Gerakan Pramuka.
  • Dalam rangka memperingati Hari Baden Powell pada tanggal 22 Februari, maka pada tanggal 21 Februari 1975 bertempat di Gedung Wanita, Jl. Diponegoro 26, Jakarta Pusat telah diselenggarakan suatu pertemuan silaturakhmi/kekeluarg;aan antara para anggota Persaudaraan Pandu 'Wreda dengan pimpinan Kwarnas yang antara lain terdiri dari Bapak Sarbini, Bapak Mashudi dan Bapak Kusno Utomo, dengan maksud untuk menjalin hubungan dan kerjasama yang baik dan erat.
  • Sebagai tindak lanjut dari hubungan kerjasama tersebul telah disepakati untuk menyelenggarakan. musyawarah nasional Persaudaraan Pandu Wreda Dehgan bantuan Kwamas Gerakan Pramuka pada pertengahan tahun 1975, dengan sasaran utama meresmikan berdirinya organisasi Pandu'W'red4 dan mengesahkan anggaran dasarnya.
  •  Konsep Anggaran Dasar Ikatan Persaudaraan Pandu Wreda telah disusun oleh Panitia ad hoc tersebut di atas, dan disempumakan oleh Staf Kwamas S.S. Brotokusumo dan selesai pada tanggal4 Juli 1985.
Pengesahan pembentukan Himpunan Pandu Wreda.
Berdasarkan keputusan Munas Tahun 1974 No. 0I/MUNAS /1974, disampaikan memorandum kepada Kwarnas Gerakan Pramuka untuk menjadi pegangan dalam rangka penegasan, penyempurnaim dan pengarahan pelaksanaan tugas dalam masa bakti Kwarnas tahurl' 1974-1978, antara lain tentang Pandu Wreda.

Disarankan agar Kwarnas mengambil langkah-langkah agar dapatterhimpunnya Pandu/Pramuka Tua, tanpabertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Kwarnas Gerakan Pramuka mempertimbangkan, bahwa :
  • Perlu menghimpun para Pandu/Pramuka Wreda bekas anggota dari organisasi kepanduan/Gerakan Pra-muka yang pernah ada di Indonesia dalam suatu Himpunan Pandu Wreda.
  • Perlu diciptakan adanya kerjasama yang baik dan ikatan kekeluargaan yang akrab antara Pandu/Pramuka Wrecla clengan Pramuka generasi penerus, untuk menghindari adanya "Generation Gap" di kalangan Gerakan Pramuka pada umumnya.
  • Perlu memanfaatkan pengalaman para Pandu/Pramuka V/reda dalam ikut serta menanamkan semangat kepanduan dan pembinaan serta pengembangan sistem pendidikan kepanduan, agar senantiasa serasi dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia.
Berdasarkan keputusan Kwarnas No. 076/KN /75, tarrggat 22 luli 1975, ditetapkan :
  • Mengesahkan terbentuknya organisasi Pandu Wreda yang diberi nama "Himpunan Pandu Wreda".
  • Berdirinya Himpunan Pandu Wreda tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
  • Himpunan Pandu Wreda hanya mengadakan kegiatan yang bersifat memberi nasehat dan bantuan  agiGerakan Pramuka dalam usaha mencapai tujuannya.
  • Dalam kegiatan Pandu Wreda itu diadakan saling hubungan/kerjasama yang erat dengan badan pimpinan Gerakan Pramuka di tiap tingkat.
  • Pandu Wreda mengadakan hubungan dan kerjasama dengan IFOFSAG (International Fellowship of Former Scouts and Guides) dan organisasi sejenis di luar negeri dengan bantuan Kwarnas Gerakan Pramuka.
Musyawarah Nasional Pertama.
Pada tanggal 2-3 Agustus 1975 diselenggarakan Musyawarah Nasional Himpunan Pandu Wreda, disingkat Munas Pandu Wreda yang pertama, bertempat di Aula Kwarnas, Medan Merdeka Timur 6, Jakarta Pusat. Panitia penyelenggaranya terdiri dari : Ketua : Ibu H.S. Soetarman, Wakil Ketua : Soenar Soerapoetra, Sekretaris I : Amin Tirtoprajitno, Sekretaris II : Moh. Alimin, Panitia pengarah terdiri dari: Ketua  : Letjen TNI Mashudi, Anggota : Prof. dr. Soetarman dan Soedjono Hardjosoediro SH.

Munas Pandu Wreda tersebut telah memutuskan :
  • Menerima dan menyetujui ketetapan keputusan Kwarnas No. 76lKN/75, tentang pembentukan Himpunan Pandu Wreda.
  • Menerima dan mengesahkan konsep Anggaran Dasar Himpunan Pandu Wreda.
  • Membentuk Pengurus Majelis Nasional Himpunan Pandu Wreda masa bakti tahun 1975-1979 dengan susunan sebagai berikut  :Ketua Umum : Sudiro/Letjen TNI Mashudi, Ketua Harian : Prof. dr. Sutarman, Sekretaris :  Soedjono Hardjosoediro SH, Bendahara :  Ibu I. Soerapoetra,Anggota :  Letjen TNI Mashudi,Amin Tirto Prajitno, M. Latjuba,dr. Wahjono,Imron Rosjadi SH, Setelah beberapa bulan Sekretaris: Soedjono Hardjosoediro SH, diganti oleh Amirr Tirtopr.rtirlo.
Seminar Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda.
Pada tanggal 10 sampai dengan 12 Mei 1982 berternpat di Pusdika Wladatika Cibubur, Majelis Nasional Himpunan Pandu Wreda telah menyelenggarakan Seminar dengan kebijaksanaan untuk merubah namaHimpunan pandu Wreda menjadi Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda- Kebijaksanaan itu didasarkan atas anjuran Kakwarnas Letjen TNI (Purn) Mashudi, dengan maksud agar paruanggota Gerakan Pramuka yang ticlak dapat aktif lagi dapat ditampung dalam orpnisasi tersebut.
Seminar telah mengambil kesimpulan sebagai berikut :
  • Mengusulkan kepada Kwarnas agar wakil dari Majelis Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda dapat didudukkan dalam Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka.
  • Berusaha mengajak semua Pandu dan Pramuk-axilIreda bersedia dihimpun dalam satu wadah Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda.
  • Menganjurkan kepada seluruh anggota untuk :
           a) membuat, menyadur, menterjemahkan tulisan-tulisan yang mendidik, terutama buku
               kepramukaan.
          b) membuat lagu-lagu yang mendidik;
          c) menghubungi Gudep Gerakan Pramuka setempat untuk menyumbangkan baktinya yang
              dibutuhkan oleh Gudep tersebut.
          d) mengadakan hubungan dengan Kwartir Gerakan Pramuka setempat, sehingga terjalin
              hubungan yang akrab antara Kwartir Gerakan Pramuka dan Majelis Pandu dan Pramuka
              Wreda di tempat masing-masing.
          e) mengikuti kursus-kursus orientasi yang diadakan oleh Gerakan Pramuka;
          f) berusaha mengumpulkan segala informasi sejarah kepanduan nasional untuk
             disumbangkan keparda Gerakan Pramuka.
  • Perincian dan petuqiuk pelaksanaan dari yang tersebut pada butir 2) dan 3) diusahakan bersama oleh Majelis Himpunan Pandu dan Pramuka wreda dan Gerakan pramuka.
Hubungan dengan IFOFSAG.
Himpunan Pandu Wreda Indonesia yang kemudian pada tahun 1983 merubah namanya menjadi "Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda", telah menjadi anggota ke 29 dari IFOFSAG (International Fellowship of Former Scout and Guides) sejak tahun 1976.
Himpunan tersebut telah mengikuti General fusembly IFOFSAG 5 kali, yaitu :
  • Pada tanggal 5 Agustus 1975 di Aalberg Denmark, Ibu H. Soetarman menghadiri sebagai peninjau.
  • Pada tanggal 25 sampai 30 Juli 1977 diMontreaux, Swiss. Perutusan dari Indonesia terdiri dari Prof. dr. Soetarman (Ketua), Ibu H. Soetarman. Ibu Dasih, Bapak Mashudi dan Ama Suwama.
  • Pada tanggal 5 sampai 1 1 fuustus 1979 diBergen Norway. Perutusan ditetapkan oleh Prof. dr.  Soetarman sendiri, yaitu seorang dokter dari Bali.
  • Pada tanggal 11 sampai 15 Juli 1983 di Delfsen, Zwolle, Nederland. Perutusan Indonesia terdiri dari :
  • Utusan resmi 4 orang, yaitu: H.M.W. Tjasmo (Ketua), Ama Suwarma (Wakil Ketua), Soetardjo, dan Moedjono Probopranowo.
  • Peninjau (observers) 77 orang antara lain Daeng Sutigna sebagai pemimpin rombongan pemain angklung.
  • General Assembly telah memilih Pengurus IFOFSAG yang baru, dan menerima2 anggota baru, yaitu: Tahiti dan Zaire.
  • Pada tanggal 2 sampai dengan 8 Februari 1985 di Selandia Baru. Perutusan dari Indonesia terdiri dari : Utusan resmi 4 orang, yaitu:Ama Soewarma (Ketua), H.M.W. Tjasmo, Soetardjo, dan Drs. Wahjudi. Peninjau (Observers): Ibu Soewarma, Ranadi, A. Boediman, Pak Kasur (Soerjono) dan Ibu, Ir. Iagoe Secakusuma dan lbu, Ibu Nani Adibrata, Husen Senaprawira dan Ibu. Peserta General Assembly seluruhnya ada 475 orang, sebagai wakil-waki l dari23 negara.

Pimpinan  Pusat Himpunan Pandu Wreda, masa bakti 2012 s.d. 2016
  •  KetuaUmum :  Prof. Dr. H. Haryono Suyono,
  •  Ketua : Arifin Sasongko
  •  Ketua :  Parni Hadi
  •  Ketua : Paulus Tjakrawan
  • Ketua : Hj. Rini S Soemarno
  • Ketua :  H. Sukardi
  • Sekretaris Umum : Isnuwardianto
  • Sekretaris :  Ibnu Kartiko
  • Bendahara Umum :  Herry Kustatie
  • Bendahara : Muhammad Saleh



Sumber :
Buku "Patah Tumbuh Hilang Berganti", Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta, 1987
Berbagai sumber lainn yang relevan

Kamis, 30 Agustus 2012

Halang Rintang (Contoh untuk Penggalang Putri)








Catatan :
Lihat entri terkait : Halang Rintang (Kegiatan Kepramukaan di alam terbuka), SKU Penggalang


Sumber :
Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No 006 tahun 1981
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kegiatan Melintas Halang Rintang

print this page Print this page

Rabu, 29 Agustus 2012

Halang Rintang (Contoh untuk Penggalang Putra)






Catatan :
Penjelasan lihat entri terkait : Halang Rintang (Kegiatan Kepramukaan di alam terbuka)

Sumber :
Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No 006 tahun 1981
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kegiatan Melintas Halang Rintang

print this page Print this page

Senin, 06 Agustus 2012

Halang Rintang (Kegiatan Kepramukaan di Alam Terbuka)

Halang rintang atau melintasi halang rintang adalah satu kegiatan pramuka di alam terbuka yang bertujuan
memberikan kegiatan yang menarik, menantang dan penuh romantika dalam rangka memenuhi rasa ingin tahu, mencoba hal-hal baru, mencari pengalaman yang hebat dalam sebuah petualangan. Memberikan kepuasan atas pencapaian sebuah hasil kerjasama kelompok dalam sebuah kegiatan penuh tantangan, melatih, membinda dan mengembangkan mental, fisik, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan para pramuka di alam terbuka.

Mengingat kegiatan melintasi halang rintang lebih  menekankan pada aspek fisik dan mental dengan melintasi berbagai  rintangan dan permainan, maka dalam pelaksanaannya harus menerapkan metode pendidikan jasmani yang terdiri dari tahap pemanasan, tahap pemusatan kemampuan dan perhatian serta tahap penenangan. Ketiga tahap ini harus dilaksanakan dengan baik untuk menghindarkan terjadinya cedera fisik. Untuk itu halang rintang harus dilaksanakan dari yang paling ringan, meningkat pada yang berat kemudian kembali pada yang ringan lagi.

 Penerapan kegiatan Melintasi Halang Rintang, bagi Pramuka Siaga, perlu diusahakan agar:
  • benar-benar merupakan suatu permainan yang sehat, riang, gembira dan menyegarkan.
  • dibungkus dengan cerita kiasa dan khayalan yang sederhana dan menarik
  • dapat dirasakan dalam suasana keluarga bahagia yang diliputi oleh rasa cinta kasih dan saling menolong antara sesama anggota keluarga
Penerapan kegiatan Melintasi Halang Rintang, bagi Pramuka Penggalang, harus sudah ditekankan kepada :
  • kiasan sebagai orang yang berjasa, pengabdi masyarakat, pendekar, pahlawan dan patriot bangsanya
  • pemupukan rasa bangga atas prestasi dan hasil karyanya dan percaya diri yang tinggi
  • penghayatan jiwa berkelompok atau beregu dengan sifatnya suka bermusyawarah, setiakawan, tolong menolong, menghargai orang lain, dsb.
  • kegememarannya untuk memamerkan kelebihan dan keunggulannnya dalam bentuk demonstrasi atau perlombaan untuk mencapai kejuaraan.
Penerapan kegiatan Melintasi Halang Rintang, bagi Pramuka Penegak dijuruskan kepada kegiatan yang positip dan produktif dalam usaha :
  • pemantapan cara berfikir yang realistis, logis dan kritis
  • pembentukan kader-kader pembangun masyarakat
  • pembinaan jiwa kepeloporan, kepemimpinan dan kewirausahaan.
Pada dasarnya segala macam kegiatan ketrampilan fisik dapat dolah, dicipta dan dikreasikan sebagai materi kegiatan melintasi halang rintang, beberapa diantaranya sebagai contoh :

  • Berjalan biasa, lari sedang, lari cepat, lari di atas tumit dengan mata tertutup, dengan kaki satu, dengan jongkok dengan membawa beban, dsb.
  • Berjalan dan berlari melalui jalan licin, sempit, gelap, berlumpur dan terjal, dilanjutkan dengan meniti titian, jembatan bergigi, jembatan tali, jembatan bergoyang dsb.
  • Merayap, merambat, merangkak, bergulung. Meloncat tinggi, loncat jauh dengan atau tanpa galah, dsb.
  • Memanjat pohon, mendaki tebing, menaiki tali, berayun, meluncur, bergantungan, terjun, merosot, db.
  • Naik dan turun melalui pohon, tiang, tangga, tambang, dinding, pagar, jala, dab.
  • Mengangkat, mendukung, menggendong, memikul, menyunggi, menyangga, menopang, menahan, menunjang, dsb.
  • Menolak, mendesak, mendorong, menyeruduk, menarik, menyendal, menyentak, membongkar, merenggut, mencabut, menjebol, menjeblos, menjebak, dsb.
  • Melempar, melontar, menceburkan, menyerampang, menyambar, membidik, menembak, menombak, memanah, mengambit, dsb.
  • Menyeberang, berenang, mendayung, berakit, terjun, menyelam, menerobos, meraba, mencicipi, membau, mengamati dan mendengarkan.
Halang rintang adalah kegiatan yang membutuhkan ketahanan fisik oleh sebab itu Para Pembina harus betul-betul memperhitungkan ketahanan fisik peserta didik, jangan terlalu memaksanakan sehingga menghilangkan aspek edukasi dan rekreasinya.

Sumber :
Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 006 Tahun 1981
Tentang PP Kegiatan Melintas Halang Rintang Dalam Gerakan Pramuka

print this page Print this page


Sabtu, 04 Agustus 2012

Hijau (Nama Barung)

Warna Hijau merupakan salah satu warna yang digunakan untuk nama Barung dalam Perindukan Siaga.
Barung Hijau adalah Barung yang perilaku anggota-anggota mencerminkan filosofi warna hijau yaitu :
sejuk dan selaras dengan alam, sehat dan bugar, hormat dan berempati pada sesama, penuh iman dan taqwa,
memberikan ketenangan, kedamaian dan menyegarkan alam sekitar.

print this page Print this page