Jumat, 05 April 2013

Stand Up Comedy, Metode Latihan Pramuka yang Menyenangkan & Inspiratif



Pengantar
  • Merancang dan menghadirkan latihan pramuka yang menyenangkan, inspiratif, motivatif, edukatif dan riang merupakan tugas para Pembina Pramuka. Dalam pendidikan kepramukaan banyak sekali metode pelatihan yang menyenangkan seperti bernyanyi, tepuk tangan, pemainan, bermain peran, bererita, penjelajahan medan hingga model  belajar di luar kelas atau di alam terbuka.
  • Beberapa tahun belakangan "stand up comedy"  mulai populer  setelah ditayangkan berbagai stasiun TV di tanah air. Tentu tidak ada salahnya mengadaptasi "stand up comedy" sebagai salah satu metode untuk menghadirkan latihan pramuka yang menyenangkan. Sifat  "stand up comedy" yang berbasis materi humor yang kritis, inspiratif, berbobot dan kadang kontemplatif (memancing perenungan), sangat pas dijadikan metode ltihan pramuka alternatif melengkapi berbagai metode yang sudah ada.

Pengertian
  • "Stand-up comedy" secara harfiah dapat diartikan  "komedi berdiri", secara lengkap sering diartikan sebagai  salah satu genre komedi  yang dibawakan  di atas panggung seorang diri, di depan pemirsa langsung, dengan cara bermonolog atau komedia tunggal dan  mengenai sesuatu topik tertentu. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut pelawak tunggal (bahasa Inggris: stand-up comedian), komik, atau komik berdiri (komik tunggal). Lawakan mereka biasanya direkam dan kemudian dijual menjadi melalui DVD, internet, atau televisi.
  • Disebut komedi tunggal  karena dilakukan  satu orang meski ada juga yang berbentuk grup. Materi yang dibawakan umumnya topik-topik humor yang pernah populer,  topik buatan sendiri yang original, pengembangan dari topik yang sudah ada  atau mengaktualisasikan topik-topik lama dengan keadaan sekarang.


Teknik Dasar Stand Up Comedy

Teknik stand up comedy  adalah memancing tawa pada  titik atau moment tertentu atau sering disebut dengan "titik ledakan tawa". Jadi dalam stand up comedy tidak harus seluruh materi mengundang tawa sehingga  penonton tertawa terpingkal-pingkal sepanjang lawakan. Teknik dasar  memancing tawa dalam stand up comedy dibagi menjadi dua bagian yaitu set up dan punch line.

Set Up :  adalah bagian yang tidak lucu dari sebuah bit (joke/humor). Set Up berfungsi untuk memancing penonton agar mereka penasaran, terangsang untuk mengembangkan imajinasi dan bertanya-tanya apa gerangan yang akan terjadi. Saat mendengarkan set up suatu bit (joke/humor) penonton akan  memikirkan first story  yaitu bayangan, imajinasi  atau pikiran penonton menganai set up suatu bit.

Contoh set up :  "Saya ini suka sekali beli sepatu ... "

Punch  : adalah bagian yang lucu dari sebuah bit  (joke/humor). Punch berfungsi untuk menyodorkan kejutan kepada penonton. Saat mendengarkan punch suatu bit, penonton memikirkan atau second story suatu bit (joke/humor) yang berbentuk bayangan, imajinasi  atau pikiran penonton menganai punch suatu bit.

Contoh punch : " ...karena di mana - mana beli sepatu itu beli 1 gratis 1, 
beli yang kiri dapat juga yang kanan  ... "

Contoh lengkap suatu bit (humor/joke) dengan teknik set up & punch : 
" .. Saya ini suka sekali beli sepatu .... karena di mana - mana beli sepatu itu beli 1 gratis 1, 
beli yang kiri  ..... pasti dapat juga yang kanan ....."



Teknik-teknik  Stand Up Comedy

One Liner
Adalah bit (joke/humor) singkat yang terdiri dari satu sampai tiga kalimat saja.  One liner agak susah karena set up yang dihantarkan harus secepatnya memancing harapan penonton.

Contoh :   ".... Adik-adik Siaga, kalian tahu  nggak, katanya di pojok sekolah kita ini ada hantu ... hiii.  Apa kalian ada yag pernah melihat ? .Sama,  Kakak juga tidak pernah melihat  ...."  

(setelah para Siaga tertawa, Kakak Pembina menjelasakan bahwa hantu itu tidak ada dan para Siaga harus memiliki sikap berani ... dst)


Call back
Adalah teknik yang menggunakan punch line dari set up yang beturut-turut untuk menuju titik klimat, umumnya dilakukan dengan menyusun  joke 1 (set up1, punch1) – joke 2 (set up2, punch2) – joke 3 (set up 3, punch3) – joke  4(set up, punch1 - klimaks)

Contoh :     " ....  Adik-adik Penggalang.  Kenapa kucing kalau menyeberang jalan tidak menengok ke kanan dan kekiri ....  karena kucing matanya sudah di kanan dan kiri ... Kenapa ekor gajah kecil ... karena kalau besar tidak bisa dibedakan mana wajah - mana pantat ... Kenapa harimau makan daging .... karena di hutan tidak ada roti ... Kenapa kalian mau jadi pramuka .... Karena kalian biar sering ketemu pacar ... hayo pada  ngaku  deh ...  (susana bisa riuh rendah)

Rule of three
Adalah teknik tiga angka, yaitu  dua  kalimat awal sebagai setu up dan kalimat ketiga sebagai punch punch line. Teknik ini bisa dikatakan teknik  normal, normal, gila.

Contoh :  "....  Adik-adik Siaga, kalau kalau guru kencing berdiri murid kencing berlari, kalau guru malas mengajar murid malas belajar, kalau guru makan berdiri murid makan ...  (para Siaga biasayanga akan terpancing untuk menjawab "berlari ...."  (setelah terjadi ledakan tawa - karena para siaga menyadari kekeliruannya bahwa tidak mungkin makansambil berlari, Kakak Pembina kemudian mulai menjelaskan arti keteladanan dalam kehidupan).
 

Act Out
Adalah teknik humor/joke dengan menunjukkan dengan gerakan. Act out sering digunakan dalam standup comedy karena mudah dan tinggi keberhasilannya memancing tawa. Act out bisasnya dijadikan sebagai punch (puncak tawa)

Contoh :  "Adik-adik sudah jamak kalau mau pintar ya rajin belajar, kalau mau sehat yang rajin olah raga, kalau mau kaya ya rajin menabung. Tidak mungkin bisa pintar, bisa sehat, bisa kaya kalau malas dan ngelamun melulu ..."  (Sambil Kakak Pembina memperagakan adegan orang malas dan ngelamun dengan wajah dan gerakan yang lucu)

Impersonation
Adalah teknik menirukan sosok yang sudah terkenal  dan sudah dikenal oleh para penonton, dengan  mengambil gaya bicara, gerakan, atau kata-kata khas. Teknik ini juga bisa menirukan profesi-profesi tertetu yang sudah dikenal misalnya polisi, tentara, dokter, guru, dsb.
     
Contoh :  "Komandan, apa hukuman  para Siaga yang tidak disiplin" .... "Siap Jenderal mereka sudah saya hukum push up"  ..."Yang sudah disiplin juga harus diberi hadiah" .... "Siap Jenderal diberi hadiah es jeruk .."    (Kakak Pembina menirukan gerak dan suara Komandan kemudian menirukan suara dan gayang seorang Jenderal - Kakak Pembina impersonal Komandan dan Jenderal)

Comparisons
Adalah  teknik humor/joke dengan membandingkan sesuatu dengan suatu yang lainnya baik mahluk hidup, benda maupun situasi.

Contoh :   "..... Adik-adik penggalang kenapa sore ini panas sekali. Apa karena global warming ya. Kakak Rasa tidak. Hari ini panas jangan-jangan karena sebagian dari kalian belum mandi ..."


Riffing
Adalah mengajak penonton untuk berinteraksi. Biasanya menjadikan penonton sebagai objek joke. Teknik ini hendaknya diterapkan dengan hati-hati karena sering gagal memancing tawa dan bisa menyinggung perasaan.

Contoh : (Kakak Pembina melihat si Ryan yag berbaju rapi dan si Boy yang tidak rapi - perbedaan ini akan dijadikan sebagai bahan joke/humor).  "... Adik - adik, tahu peribahasa "bagai pinang di belah dua" - para penggalang sibuk menjawab - kemudian Kakak Pembina melanjutkan humornya "kalau antara Ryan dan Boy kita peribahasakan ... kira-kira apa bunyinya ya "  - reaksi spontan para penggalang dapat menghadirkan kelucuan-kelucuan.


Stand Up Comedy sebagai Metode dalam Latihan Pramuka
  • Stand up comedy dapat dimanfaatkan sebagai metode lathan pramuka terutama dalam membantu menciptakan suasana latihan yang riang, gembira, motivatif, inspiratif dan edukatif.  Menyampaikan materi latihan yang dibungkus dengan humor seringkali lebih efektif.
  • Kakak Pembina dapat mengeksplorasi materi latihan pramuka terutama yang terkait dengan penanaman nilai-nilai  untuk  membangun karakter dengan kemasan hunor. Banyak materi yang bisa dijadikan sebagai inspirasi dalam menyusun materi dan kemasan humor, seperti  yang bersumber dari cerita rakyat  Pak Belalang, Si Kabayan, Punakawan atau bahkan materi-materi humor dari manca negara seperti kisah Abu Nawas, Nasarudiin Hoja, dll.
  • Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega, Kakak Pembina dapat meminta mereka untuk tampil menyampaikan gagasan, pandangan dan penghayatannya tentang nilai-nilai kepramukaan dengan format stand up comedy. Tampilnya para Penggalang, Penegak dan Pandega akan sangat membantu untuk membangun suasana latihan yang menyenangkan dan partisipatif.
  • Membentuk pribadi yang menyenangkan, komunikatif dan bertanggungjawab merupakan salah satu tujuan pendidikan kepramukaan. Pribadi yang menyenangkan dan komunikatif adalah pribadi yang memiliki kemampuan  menggunakan media humur/joke untuk bersosialisasi, mengemukakan pendapat, mencairkan hubungan antar manusia hingga mengkritik dengan tanpa menyinggung perasaan orang yang dikritik.
  • Stand up comedy juga sangat baik menjadi bagian dari acara api unggun, pentas budaya, bahkan lomba antar satuan atau antar gugusdepan.

 Selamat mencoba. Salam Pramuka


Lihat entri/topik terkait
Stand Up Comedy : Materi & Inspirasi untuk Pembina Pramuka


Sumber :
http://regga17.blogspot.com/
http://edukasi.kompasiana.com
http://wikipedia.com

Dan dari berbagai sumber lain ditulis ulang dan disesuaikan untuk keperluan "ensiklopediaprauka"  (-aiw)

Film Pramuka : Hasduk Berpola




Pengantar

Film Pramuka adalah film yang berlatar pendidikan kepramukaan dengan berbagai variasi isi da alur cerita. Di Indonesia cukup banyak film pramuka yang telah di produksi dan telah ditayangkan melalui gedung bioskop, televisi bahkan didistribusikan melalui DVD dan VCD. Film Pramuka umumnya memuat pesan-pesan moral sejalan dengan nilai moral pendidikan kepramukaan seperti ketaqwaan, kebersahajaan, kepeduliaan, kerjasama, semangat pantang menyerah, mencintai alam, nasionalisme, patriotisme, dsb.


Film Hasduk Berpola

Hasduk Berpola adalah film keluarga yang mengangkat isu nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia yang dirilis pada tahun 2013. Film yang disutradarai oleh Harris Nizam ini dibuat berdasarkan sebuah cerita pendek berjudul sama, Hasduk Berpola, yang ditulis oleh Bagas D. Bawono, seorang arsitek yang juga penulis aktif. Film berdurasi 100 menit ini dibintangi antara lain oleh Idris Sardi, Niniek L. Karim, Iga Mawarni, Petra Sihombing, Alisia Rininta, Calvin Jeremy dan masih banyak lagi. Tayangan perdana pada 21 Maret 2013.


Sinopsis

Film ini bercerita bahwa perjuangan bertaruh nyawa demi bangsa dan negara pada jaman kemerdekaan, ternyata tak ada harganya. Ini yang dirasakan oleh Masnun, veteran mantan pejuang ’45. Di Surabaya, yang konon terkenal sebagai kota pahlawan, hidup Masnun (yang sering dielu-elukan sebagai pahlawan) justru terlunta-lunta. Sangat ironis. Ia bersama anaknya, Rahayu, janda beranak 2 (Budi dan Bening), akhirnya menyerah, dan pindah ke kota asalnya, Bojonegoro. Berharap kehidupannya bisa membaik. Namun apa daya, kehidupan pria renta yang terkenal sebagai saksi hidup peristiwa penyobekan bendera di Surabaya ini, justru semakin terpuruk.
Sang cucu, Budi (12 tahun), tertantang untuk mengalahkan rivalnya, Kemal, yang aktif di kegiatan Pramuka. Maka ia juga berusaha untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tapi karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, Budi tidak bisa membeli semua perlengkapan kepramukaan. Film ini menceritakan bagaimana Budi berjuang memenuhi kewajibannya, hingga akhirnya membuat iba Bening (10 tahun) adiknya yang rela mengorbankan seprei kesayangannya demi dibuat hasduk untuk kakaknya.
Film sederhana penuh pesan-pesan moral dan kebangsaan ini ditutup dengan adegan yang sangat menggetarkan sisi nasionalisme bangsa Indonesia.


Sumber :
http://id.wikipedia.org

dan dilengkapi dengan berbagai sumber lain.




Kamis, 04 April 2013

Kerajinan Tangan Pramuka : Membuat T Shirt Kreatif bertema Pramuka




Pengantar
  • Kaos atau T Shirt kreatif sekarang sedang banyak digemari oleh berbagai kalangan. Kaos-kaos yang dilukis dengan gambar yang indah dan slogan yang  inspiratif atau  humoris atau sindiran memang menarik ketika dipakai. Dalam kaitan dengan industri kreatif skala binis  T Shirt kreatif cukup  besar dan melahirkan banyak wirausahawan di berbagai kota wisata di Indonesia. Bahkan saat ini banyak banya bermunculan T Shir kreatif dengan slogan dan kemasan lokal. 

 
  • Gerakan Pramuka merupakan lembaga pendidikan kaya “konten”  yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan T Shirt Kreatif baik dari aspek gambar maupun slogan.  Oleh sebab itu para pramuka  perlu terus diinspirasi dan dilatih untuk membuat T Shirt kreatif bertema Pramuka. Kemampuan ini disamping memancing daya imajinasi dan kreatifitas akan pula melatih daya inovasi dan  enterprenesurship. T Shirt Kreatif bertema Pramuka juga dapat menjadi media promosi dan komunikasi kepramukaan di ruang publik.

Metode 
Diantara berbagai metode pelatihan kerajinan tangan, maka metode  ekspresi bebas merupakan salah satu metode yang bisa dipilih oleh Kakak Pembina didalam melatih pembuatan T Shirt kreatif bertema Pramuka.  Metode ekspresi bebas identik dengan metode ekspresi – kreatif atau metode kerja cipta. Metode ini merupakan pengembangan dari pendapat Victor Lowenfield yang menganjurkan agar setiap narasumber belajar  (guru pamong, pembina, pelatih, -pen)  bermaksud mengembangkan kreasi peserta didik  untuk bebas berekspresi ( free expression ). Atas dasar itu   metode ini sering disebut metode ekspresi – kreatif.
 
Metode ekspresi bebas pada dasarnya adalah suatu cara untuk melatih peserta didik agar dapat mencurahkan isi hatinya dalam bentuk karya seni rupa. Agar metode ini tercapai secara maksimal, maka perlu dilakukan :

Tawarkan dan tetapkan beberapa pilihan tema sebagai perangsang daya cipta
  • Kakak Pembina menunjukan beberapa contoh T Shirt Kreatif yang telah dibuat oleh orang lain baik dalam bentuk senyatanya maupun dalam bentuk gambar-gambar.
  • Kakak Pembina menjelaskan berbagai  "konten" dalam Gerakan Pramuka yang bisa dijadikan sebagai inspirasi kreatif dalam merancang ide gambar dan slogam T Shir kreatif bertema Pramuka.
Tetapkan beberapa pilihan media yang cocok 
Dalam tahap ini Kakak Pembina menjelaskan   bahan-bahan kaos, desain kaos, desain gambar, pilihan slogan, teknik produksi yang bisa dijadikan sebagai media pembuatan T Shirt Kreatif bertema pramuka.

Jelaskan alat-alat yang dibutuhkan
Kakak Pembina menjelaskan alat-alat yang dapat digunakan dalam membuat T Shirt  kreatif bertema Pramuka dari mulai teknologi yang sederhana (dibuat dengan tanga) sampai pada teknologi tinggi (bordir/cetak/ sablon komputer)  yang sekarang dipakai.


Jelaskan proses pembuatan dan peluang pengembangannya.
Kakak Pembina menjelaskan cara pembuatan dari cara yang sederhana hingga cara yang canggih, masing-masing diberi contoh. Juga dijelaskan bagaimana peluang pengembangan yang bisa dilakukan baik dari aspek desain maupun pemasaran.


Kompetensi Pembuatan T Shirt  Kreatif bertema Pramuka
  • Dibawah ini contoh cara pembuatan T Shirt kreatif bertema Pramuka dengan cara yang sederhana dan dapat dipraktekan oleh adik-adik Siaga maupun Penggalang. Untuk tingkat Penegak dan Pandega teknologi pembuatannya hendaknya dikembangkan dengan teknologi yang lebih tinggi misalnya berbasis komputer.
  • Dari contoh pembauatan T Shirt kreatif bertema Pramuka di bawah ini, terdapat 3 kompetensi peserta didik yang bisa dikembangkan Kakak Pembina yaitu : kompetensi merumuskan slogan, membuat gambar dan cara memproduksi.
  • Untuk mengembangkan kompetensi merumuskan slogan bertema Pramuka, Kakak Pembina dapat mengambil slogan-slogan dari kode kehormatan, tradisi organisasi, lagu-lagu pramuka, materi pelatihan pramuka, dsb. 
  •  Untuk mengembangkan kompetensi memuat desain gambar pramuka, Kakak Pembina dapat mengajarkan cara mencari gambar dari sumber-sumber lain (dengan metode mencontoh), menggambar kartun, gambar sketsa, gambar profile, dll. 

Contoh : Teknologi Sederhana Membuat T Shirt Kreatif bertema Pramuka

Bahan yang diperlukan :

  •     Kaos putih polos (baru atau bekas).
  •     Krayon warna.
  •     Kertas ampelas.
  •     Seterika.

Cara dan Proses Pembuatan
  • Ambil sebuah kertas Ampelas yaitu kertas dengan salah satu permukaannya  kasar seperti pasir yang sering digunakan untuk menghaluskan sesuatu, biasanya dipakai oleh para montir bengkel atau tukang kayu. Bisa memakai ampelas dengan berbagai tingkat kehalusan. Semua boleh dicoba.
  • Lukislah permukaan kertas ampelas yang kasar dengan menggunakan pensil krayon. Lukislah gambar bertema Pramuka dengan slogan yang sederhana, tidak terlalu panjang tetapi komunikatif.
  • Yang perlu diperhatikan adalah lukisan ini nantinya akan terbalik, karena akan ditempelkan di kaos dengan sisi kasar di bagian bawah. Jadi harap diingat bahwa sisi kanan akan terbalik menjadi sisi kiri, dan sebaliknya. Termasuk cara penulisan slogan agar setelah jadi bisa terbaca dengan baik maka ketika dibuat di atas ampelas tulisan slogan itu harus terbasik. Misalnya PANDU di tulis UDNAP
  • Setelah lukisan selesai, usahakan untuk menebalkan lagi ulasan warna krayonnya. Bisa dengan cara diulang-ulang beberapa kali sampai warnanya agak tebal.
  • Siapkan sebuah kaos polos. Usahakan untuk memakai kaos yang berwarna putih polos agar mendapatkan hasil lukisan yang lebih variatif dan cerah.
  • Letakkan kaos secara melebar (dihamparkan) kemudian letakkan kertas ampelas yang telah dilukis ke permukaan kaos secara terbalik (bagian halus ada di atas).
  • Letakkan pula sebuah kertas koran atau kertas apapun di dalam kaos, tepat di bawah kertas ampelas yang akan diseterika. Ini untuk mencegah warna krayon meleleh mengenai bagian dalam kaos.
  • Letakkan juga sebuah kertas di atas kertas ampelas yang akan diseterika. Ini untuk melindungi permukaan seterika agar tidak rusak tergores-gores kertas ampelas.
  • Seterika dengan hati-hati selama kurang lebih 30 detik. Gunakan panas sedang (cotton).     Setelah dirasa cukup, angkat seterika secara perlahan. Biarkan sejenak agar panasnya kertas sedikit berkurang.
  • Buka kertas ampelas secara perlahan mulai dari bagian ujungnya. Bila dirasa krayon kurang menempel, bisa diseterrika ulang sedikit lebih lama lagi.
  • Tempelkan sebuah kertas atau tissue yg agak tebal ke permukaan lukisan. Ini berguna untuk mengangkat sisa-sisa lelehan krayon yang berlebihan.
  • Angin-anginkan kaos sebentar.
  • Jadilah sebuah kaos lukis unik khas anak-anak :)
Gambar Tahapan Kerja



Selamat Mencoba, Salam Pramuka

Lihat entri/topik terkait
Kerajinan Tangan sebagai Materi Kepramukaan

Sumber :
http://www.ninunik.com

Dari berbagai sumber, ditulis ulang dan diadaptasi untuk keperluan "ensiklopediapramuka" (-aiw)


Jumat, 29 Maret 2013

Kerajinan Tangan Pramuka : Membuat Kreasi dari Botol Bekas




Pengantar
  • Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemukan berbagai bentuk botol kemasan yang sangat menarik, baik untuk kemasan minuman, pelumas (oli), detergent, pembersih lantai, makanan ringan (snack), dan beragam jenis botol kemasan lainnya. Botol-botol kemasan ini dapat menjadi bahan pembuatan kerajinan tangan yang unik, fungsional dan bahkan memiliki nilai jual.
  • Kerajinan tangan dari bekas botol kemasan menarik untuk dijadikan materi kerajinan tangan dalam latihan  kepramukaan. Kegiatan ini disamping memberikan penyadaran pentingnya memanfaatkan dan mendaur ulang sampah juga bisa dijadikan sebagai media membangun ketrampilan imajinatif dan kreatif para peserta didik.


Metode
  • Dalam melaksanakan kegiatan latihan kerajinan tangan ini, Kakak Pembina dapat menerapkan metode mencontoh. Metodel ini baik digunakan untuk : (1) melatih dasar keterampilan fisik; (2) memperoleh bentuk yang sama walaupun ukurannya diperbesar atau diperkecil; (3)  memproduksi benda teradisional; (4) memahami proporsi dan anatomi yang tepat dari benda yang akan ditiru.Namun demikian dalam penerapan metode  mencontoh Kakak Pembina harus memberikan penyadaran kepada adik-adiknya bahwa  : (1) mencontoh tidak di jadikan kebiasaan, (2) sebaiknya model yang akan ditiru dipilih oleh peserta didik itu sendiri, (3) seyogyanya secara berangsur – angsur apa yang dilakukan oleh peserta didik berubah dan membuat aplikasi tepat menjadi modifikasi model yang dicontoh.
  • Salah satu metode mencontoh yang sekarang banyak diterapkan dalam industri kreatif adalah apa yang disebut metode  ATM yaitu : amati, tiru dan modifikasi.

Tahapan Kegiatan :
  • Tahap pertama : Kakak Pembina menyediakan contoh botol kemasan asli dan contoh bentuk-bentuk kerajinan tangan yang telah dibuat orang lain dari botol kemasan tersebut :

    • Tahap kedua : Kakak Pembina menyediakan beragam hasil kerajinan dari bekas botol kemasan, kemudian menyururuh adik-adik untuk mengamati. Catat dan diskusikan hasil pengamatan tersebut misalnya tentang bentuk, fungsi, warna, cara pembuatan, apa yang menarik, apa yang tidak menarik, apa yang bisa dikembangkan dan apa yang bisa diperbaiki/dimodifikasi  dst :


    • Tahap ketiga :  Kakak Pembina memberikan kesempatan kepada adik-adik untuk meniru membuat kerajinan tangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada dengan sedikit modifikasi (misalnya warna, ukuran, dll).

      • Catatan :  memodifikasi produk karya orang lain sebagai media latihan pada dasarnya diperbolehkan. Namun demikian jika produk modifikasi tersebut akan dijadikan sebagai "barang yang diperjualbelikan" maka harus memperhatikan hak cipta dan etika penciptaan agar tidak timbul masalah hukum.

      • Tahap keempat : Kakak Pembina mengarahkan dan membantu adik-adik untuk membuat kreasi-kreasi baru yang diinspirasi oleh bentuk-bentuk kerajinan tangan yang telah dicontohkan di atas.



      • Tahap 5 :  Kakak Pembina meminta adik-adik untuk mengumpulkan bekas botol kemasan dengan beragam bentuk. Dari botol-botol yang ada itu selanjutnya peserta didik diajak membuat kreasi-kreasi baru berdasar ide/inspirasi kreasi produk-produk yang sudah ada.  Pengembangan produk baru bisa diawali dengan merumskan dulu  kegunaannya, baru kemudian bentuk, jenis, warna, dll.

       Selamat berlatih. Salam Pramuka

      Lihat topik/entri terkait :
      Kerajinan Tangan sebagai Materi Latihan Kepramukaan


      Sumber :

      http://cara-membuat.org/kerajinan-tangan-dari-botol-aqua


      Dikembangkan dan  ditulis ulang untuk keperluan ensiklopedia pramuka  (-aiw)



      Kerajinan Tangan sebagai Materi Kepramukaan



      Pengertian
      • Bidang kerajinan atau kerajinan tangan dikelompokan sebagai cabang dari seni rupa.  Seni rupa  itu sendiri merupakan  cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
      • Seni rupa dilihat dari segi fungsinya dibedakan antara seni rupa murni dan seni rupa terapan. Proses  penciptaan seni rupa murni lebih menitik beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya.  Sedangkan, jika ditinjau dari segi wujud dan bentuknya, seni rupa terbagi 2 yaitu seni rupa 2 dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja dan seni rupa 3 dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang.
      • Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.
      • Seni rupa terapan mengacu kepada aplikasi desain dan estetika terhadap benda-benda yang dipergunakan manusia sehari-harinya. Sementara seni rupa murni, diciptakan hanya untuk pemuasan ekspresi pribadi, seni rupa terapan menggunakan desain dan idealisme kreatif untuk menciptakan benda-benda keperluan sehari-hari, seperti cangkir atau bangku, dekorasi taman.
      • Bidang-bidang seperti desain industri, desain grafis, desain interior, seni dekorasi, dan seni fungsional, merupakan contoh-contoh seni rupa terapan. Dalam konteks kreatif dan abstrak, bidang arsitektur dan fotografi juga dianggap sebagai seni rupa terapan. (http://id.wikipedia.org)

      Kerajinan Tangan sebagai Materi Pendidikan Kepramukaan
      • Gerakan Pramuka menjadikan kerajinan tangan sebagai salah satu materi latihan sebagaimana tersirat maupun tersurat dalam Syarakat Kecakapan Umum dan Syarat Kecakapan Khusus Pramuka dari berbagai golongan. Bakan dalam SKU Pramuka Siaga tersurat syarat penguasaan salah satu kerajinan tangan untuk mencapai SKU tingkatan mula, bantu atau tata.
      • Dalam pendidikan kepramukaan, pendidikan kerajinan tangan di samping sebagai media latih penguasaan ketrampilan juga menjadi media latih untuk  penghayatan, penanaman dan penerapan kode kehormatan pramuka. Para Pembina Pramuka dituntut untuk mampu memanfaatkan aspek estetika  (keindahan sebuah produk kriya), etika (nilai baik buruk sebuah produk kriya), sosial (nilai guna sebuah produkkriya),  aspek komersial (nilai jual sebuah produk kriya)  dan berbagai aspek lainnya untuk membentuk pribadi-pribadi yang berjiwa pramuka  atau pribadi-pribadi yang memegang dan menerapkan secara teguh nilai-nilai yang tercantum dalam kode kehotmatan pramuka.

      Fungsi  Pendidikan Seni Rupa
      Pendidikan Seni Rupa  memberikan landasan konseptual bagi  pelatihan kerajinan tangan dan kesenian.  Pelatihan kerajinan tangan dan kesenian  mampu menumbuhkan kepekaan rasa keindahan (estetika) sehingga membentuk sikap kreatif, apresiatif dan kritis. Pelatihan ini juga akan  memberikan kesempatan kepada para peserta didik  untuk memperoleh pengalaman berapresiasi dan berkreasi  sekaligus  menghasilkan suatu benda seni yang bermanfaat.

      Mengacu pada  Kurikulum 2004, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kertakes, Depdiknas, tahu 2003, maka fungsi pendidikan kerajinan tangan dan kesenian adalah :
      • Mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa melalui penelaahan jenis, bentuk, sifat, fungsi, alat, bahan, proses, dan teknik dalam membuat berbagai produk teknologi dan seni yangberguna bagi kehidupan manusia, termasuk pengetahuan seni dan keterampilan dalam konteks budaya yang multikultural.
      • Mengembangkan kemampuan intelektual, imajinatif, ekspresi, kepekaan rasa, kepekaan kreatif, keterampilan, dan mengapresiasi/menghargai hasil karya seni dan kerajinan dari berbagai wilayah Nusantara dan mancanegara.
      • Menumbuhkembangkan sikap profesional, kooperatif, toleransi, kepemimpinan (leadership), kekaryaan (employmentship), dan kewirausahaan (enterpreneurship).


      Metode Pelatihan Kerajinan Tangan

      Metode pendidikan atau pelatihan kerajinan tangan merupakan bagian dari metode pendidikan seni rupa. Metode pendidikan atau pelatihan adalah kegiatan menata dan mengelola pelaksanaan pelatihan dengan  mengembangkan segala  jenis  interaksi antara peserta didik dan pembina dan memanfaatkan sumber pelatihan/belajar yang ada agar terjadi proses pelatihan/pendidikan yang menyenangkan serta mampu mengubah perilaku peserta didik ke arah yang positip.

      Terdapat  cukup banyak  jenis metode pembelajaran/pelatihan seni rupa yang dikemukakan oleh para Ahli, diantaranya : menurut Sukmadinata, metode pembelajaran dibagi menjadi 2 kelompok,yaitu :

      1. Pembelajaran Teori, yang meliputi : pembelajaran ekspositorik : ceramah, Tanya jawab dan demonstrasi,  pembelajaran kegiatan kelompok : diskusi, bermain peran, dll, pembelajaran berbuat : eksperimen pemecahan masalah dll.
      2. Pembelajaran praktek, yang meliputi : pembelajaran praktek  dilingkungan pendidikan (sekolah, gudep, pesantren, dll - pen), pembelajaran praktek di lingkungan kerja

      De Francesco, membagi metode pengajaran pendidikan seni rupa menjadi :  pengajaran langsung (Directed teaching ), ekspresi bebas (Free expression), pengajaran inti (core teaching ), engajaran berkorelasi (correlated teaching ).

      Metode Ekspresi Bebas
      Metode ekspresi bebas pada dasarnya adalah suatu cara untuk melatih peserta didik agar dapat mencurahkan isi hatinya dalam bentuk karya seni rupa. Agar metode ini tercapai secara maksimal, maka perlu dilakukan :

      • Tawarkan dan tetapkan beberapa pilihan tema sebagai perangsang daya cipta
      • Tetapkan beberapa pilihan media yang cocok
      • Jelaskan jenis kertas serta alasan pemilihan kertas tersebut
      • Jelaskan bentuk kegiatan menggambar tersebut
      Metode ekspresi bebas identik dengan metode ekspresi – kreatif atau metode kerja cipta. Metode ini merupakan pengembangan dari pendapat Victor Lowenfield yang menganjurkan agar setiap narasumber belajar  (guru pamong, pembina, pelatih, -pen)  bermaksud mengembangkan kreasi peserta didik  untuk bebas berekspresi ( free expression ). Atas dasar itu   metode ini sering disebut metode ekspresi – kreatif.

      Dalam pelaksanaan metode ini, kehadiran narasumber belajar  memiliki peran sangat kecil bahkan hampir tidak diperlukan. Metode hasil kerja cipta dapat di terapkan dalam kegiatan menggambar dekorasi, mendesain benda – benda kerajinan, menggambar reklame dan sebagainya.

      Langkah – langkah kegiatan metode kerja cipta sebagai berikut :
      • Narasumber belajar  memberikan pengarahan yang berfokus pada kedudukan konsep dalam proses kelahiran suatu karya.
      • Peserta didik  mencoba menuangkan suatu konsep pada desain gambar dekorasi, reklame atau barang –barang kerajinan yang akan dibuat.
      • Selama proses pengerjaan, narasumber belajar  menganjurkan agar sumbang saran antar peserta didik terjadi dengan efektif dan dinamis.
      • Narasumber belajar memberikan saran, petunjuk dan pengarahan mengenai konsep yang dikemukakannya serta memberi petunjuk kepada peserta didik yang mengalami hambatan.
      • Selama proses kerja berlangsung, keterampilan – keterampilan dasar dan menengah sudah harus betul – betul dikuasai.
      Metode Demonstrasi – eksperimen
      Demonstrasi adalah kegiatan dengan cara para narasumber belajar (guru, instruktur, pamong, pembina, pelatih)  memperagakan proses pembuatan suatu benda kerajinan. Eksperimen adalah pemberian kesempatan kepada para peserta didik untuk mencoba sendiri setelah memperhatikan suatu proses pengerjaan yang didemonstrasikan narasumber. Dengan prinsip belajar/latihan : dengar/perhatikan, kerjakan dan periksa.

      Metode Mencontoh
      Metode mencontoh merupakan metode tertua dalam seni kerajinan. Metode ini banyak dilakukan di pusat – pusat pembelajaran seni zaman dahulu. Untuk belajar keterampilan motorik, cara ini dapat dilakukan. Pada dasarnya metode mencontoh memiliki manfaat yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan motorik, sedangkan untuk keterampilan mental dan kreasi tidak memiliki apa – apa.
      Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan mencontoh, diantaranya : Metode mencontoh baik digunakan apabila ditujukan untuk : (1) melatih dasar keterampilan fisik; (2) memperoleh bentuk yang sama walaupun ukurannya diperbesar atau diperkecil; (3)  memproduksi benda teradisional; (4) memahami proporsi dan anatomi yang tepat dari benda yang akan ditiru.
      Kegiatan mencontoh harus memiliki makna bagi proses belajar peserta didik  bahwa : (1) mencontoh tidak di jadikan kebiasaan, (2) sebaiknya model yang akan ditiru dipilih oleh peserta didik itu sendiri, (3) seyogyanya secara berangsur – angsur apa yang dilakukan oleh peserta didik berubah dan membuat aplikasi tepat menjadi modifikasi model yang dicontoh.

      Yang termasuk jenis – jenis mencontoh adalah :
      •  Metode mencontoh dengan bantuan kertas karbon;
      •  Metode mencontoh dengan bantuan kertas tipis;
      •  Metode mencontoh dengan bantuan sinar lampu;
      •  Metode mencontoh dengan bantuan alat proyektor;
      •  Metode mencontoh bantuan skala garis / skala berpetak;
      •  Metode mencontoh dengan bantuan alat pantograph;
      •  Metode mencontoh secara langsung.
      Tujuan dari metode ini adalah :
      • Melatih peserta didik  bekerja teliti dalam mengamati model yang akan digambar.
      • Melatih peserta didik dalam mencari posisi/ sudut pandang yang baik dari model yang akan di gambar.
      • Peserta didik dihadapkan pada kenyataan yang rasional sehingga tidak terjadi penyimpangan dari gambar yang ditiru.
      • Melatih kepekaan rasa agar lebih sensitif terhadap keindahan.

      Metode Stick Figure
      Penggunaan metode ini biasanya dipakai dalam menggambar adegan gerak (action) manusia atau binatang. Metode ini merupakan penyederhanaan bentuk atau wujud menusia atau binatang menjadi tongkat atau garis patah – patah sesuai dengan lekukan/ persendian pada manusia atau binatang.

      Metode Global
      Metode ini biasa digunakan pada awal belajar menggambar bentuk. Tujuan penggunaan metode ini adalah agar anak dapat menangkap bentuk keseluruhan dari bentuk model yang disediakan.

      Secara teknis penggunaan metode ini dibagi dua, yaitu
      • Dengan teknik silhulet : teknik ini dipandang lebih mudah, karena peserta didik  diminta untuk menangkap benda secara keseluruhan dengan mengabaikan bagian – bagian detailnya. Metode ini cocok untuk siswa yang sedang belajar pada tahap – tahap awal.
      • Dengan teknik kontur : teknik ini lebih cocok bagi peserta didik yang sudah memiliki kemampuan motorik. Secara teknik, penggambar dituntut untuk menangkap benda secara global dan menyederhanakannya dalam bentuk gambar-gambar dasar (geometris) yang dibuat dengan goresan garis. Kemudian gambar tersebut dikembangkan untuk disempurnakan menjadi bentuk benda yang kompleks (detail).

      Metode kerja kelompok
      Ada dua macam metode kerja kelompok, yaitu :

      • Metode Group Work  (kerja kelompok jenis paduan). Dalam kegiatan ini para peserta didik  bekerja sama untuk menyelesaikan sketsa sebuah gambar yang sebelumnya telah dirancang oleh seorang temanya yang bertindak sebagai ketua kelompok sekaligus sebagai desainer.
      • Metode Collective painting (kerja kelompok jenis kumpulan). Perbedaan antara metode kerja kelompok jenis paduan dengan metode ini adalah jumlah anggota harus genap dan pembagian tugas – yugas kelompoknya.
      Metode – metode dalam kritik seni
      Chapman (1978:80) menyebutkan metode kritik seni dalam upaya mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri peserta didik  dalam melakukan kritik seni. Metode – metode tersebut adalah :

      Metode induktif : Langkah – langkah yang dapat ditempuh dalam melaksanakan metode ini adalah :
      •     Gambarkan dasar karakter karya
      •     Gambarkan hubungan antar bagian
      •     Gambarkan wilayah dan kualitas keseluruhan
      •     Tafsirkan aspek-aspek yang dihubungkan dengan pengalaman
      •     Tafsirkan dan ringkas ide, tema,kualitas ekspresi dari makna dari karya
      •     Evaluasi karya dengan criteria kritik dan tunjukkan bukti-bukti untuk mendukung penilaian.
      Metode Dedukatif, pendekatan ini dapat mempertinggi keterlibatan antara pekerja seni, secara khusus jika kita mau untuk meletakkannya sebagai percobaan, untuk dibicarakan, yang memerlukan waktu banyak dengan standar perbedaan masing-masing. Pendekatan ini juga memberikan peluang bentuk pembahasan yang dapat membuktikan ketertarikan dan kejelasan tentang seni.
      Langkah yang dilakukan dalam pendekatan ini adalah :
      • Tentukan kriteria yang akan digunakan
      • Uji karya seni untuk mengidentifikasi fakta-fakta yang spesifik
      • Tentukan tingkat(degree) kriteria yang dipandang pantas
      Metode Empatik, adapun beberapa teknik yang dapat membantu mengembangkan rasa empati dan keterlibatannya ketika kita menilai suatu karya seni, diantaranya :
      • jangan memandang karya seni terlalu berlebihan karena dapat melupakan orang yang lebih terlatih pada bidang seni.
      • memandang kualitas visual secara murni
      • gunakan analogi dan metaphora untuk menghubungkan apa yang kita lihat dan rasakan
      • gunakan pengalaman dan pengetahuan sendiri untuk membandingkan apa yang kita lihat dapat dirasakan
      • jagan takut meninggalkan satu aspek dari karya
      • dengan seluruh pengertian, dapatkan secara fisik dan imajinasi
      • menilai karya jika kita mau melakukannya.
      Metode Interaktif, pendekatan ini tidak semata-mata pendekatan deskriptif, ini bermaksud untuk menemukan sampai terjadi diskusi dan debat secara berkelompok untuk membahas karya seni. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pendekatan ini adalah :

      • pilihlah moderator dan jelaskan aturan mainnya
      • gambarkan seperti banyak orang yang memungkinkan untuk masuk kedalam proses menjelaskan karya.
      • ketika orang kelihatan untuk keluar dari penjelasan, kemudian panggil hipotesis.
      • bawa kelompok untuk mendiskusikan hipotesis sehingga beberapa peserta diskusi memperlihatkan penafsiran dengan kesepakatan kelompok.
       
      Penutup
      Kerajinan Tangan sebagai bagian dari seni rupa merupakan salah satu materi latihan pramuka yang diamanatkan dalam SKU dan SKK. Materi ini dapat menjadi bahan para pembina dalam merencanakan dan melaksanakan latihan pramuka yang menarik, menyenangkan, dinamis, variatif dan sesuai dengan aspirasi para peserta didik.

      Selamat berkreasi. Salam Pramuka. 


      Sumber

      http://aslam25.blogspot.com
      http://mufamujib.blogspot.com
      http://id.wikipedia.org
      http://theroolfikry.blogspot.com
      Kurikulum 2004, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kertakes, Depdiknas, tahu 2003,

      Dikembangkan dan ditulis ulang untuk keperluan  "ensiklopediapramuka"  (-aiw)

      Sabtu, 23 Maret 2013

      Teknologi Tepat Guna Pramuka : Alat Pembasmi Nyamuk Sederhana




      Pengantar
      • Nyamuk disamping berdampak negatif terhadap kesehatan juga berdampak negatif terhadap kenyamanan kita dalam beraktivitas. Kegiatan di alam terbuka dan perkemahan seringkali terganggu oleh banyaknya nyamuk disekililing kita yang membahayakan kesehatan dan mengganggu kenyamanan. Sebenarnya solusi untuk mengatasi masalah nyamuk sangat banyak dari membeli obat nyamuk yang beredar di pasar, hingga menggunakan  TTGS (teknologi tepat guna sederhana) yang aman dan mudah untuk dibuat.
      • Berikut ini adalah contoh Teknologi Tepat Guna Sederhana alat pembasmi nyamuk yang bisa kita buat sendiri dan bisa kita praktekan sambil kita melaksanakan kegiatan kepramukaan di alam tebuka. 
      • Rajin mencoba dan berekspreminan adalah kunci untuk menguasai cara sederhana ini. 
      Bahan dan Alat yang Diperlukan
      •     Botol plastik bekas ukuran 1,5 liter.
      •     200 ml air
      •     50 gram gula merah
      •     1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau pasar)
      Cara Membuat
      • Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas/mulut botol.
      • Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.
      • Tambahkan ragi. Tidak perlu diaduk. Ini akan menghasilkan karbon-dioksida
      • Pasang/masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.
      • Bungkus botol dengan sesuatu yang berwarna hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa sudut rumah Anda.
      • Dalam hitungan hari atau minggu akan terlihat nyamuk2 terperangkap ke dalam botol,
      Gambar Panduan Kerja





      Selamat Mencoba & Bereksperimen. Salam Pramuka


      Sumber :
      www.yusufandrian.com

       





      Jumat, 22 Maret 2013

      SKU Siaga : Materi Pengembangan Intelektual



      Pengantar
      • Seorang anak dapat mengembangkan kemampuan, kreativitas dan kecerdasannya jika mempunyai faktor keturunan dan rangsangan (stimulus) oleh lingkungan secara terus menerus sejak dini, bahkan sejak janin dalam kandungan.  Kedua faktor tersebut akan mempengaruhi setiap perkembangan tingkah lakunya. Semakin bervariasi dan kontinyu rangsangan yang diterima oleh anak, semakin tinggi dan bervariasi pula kecerdasan anak di kemudian hari.
      • Pramuka Siaga dirangsang dan didorong untuk dapat mengembangkan diri,  mengenal pengetahuan dan teknologi, berfikir kreatif  menjadi pemimpin dan menggunakan kesempatan untuk memecahkan masalah baik di barungnya maupun di perindukan.
      • Kompetensi akhir pengembangan intelektual Pramuka Siaga adalah dapat mengenal, menyikapi dan mengapresiasikan pengetahuan dan teknologi, membiasakan berfikir dan berperilaku kritis dan kreatif.

      Pengenalan lingkungan
      Mengenal lingkungan secara “langsung” dapat menimbulkan dampak positif  yaitu bertambahnya pengetahuan dan kecerdasan yang dimiliki Siaga.

      Mengenal Lingkungan Pemerintahan terkecil & Tokoh Masyarakat
      • Mengetahui dan mengenal  nama ketua Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Lurah atau Kepala Desa dan tokoh masyarakat lain di sekitar tempat tinggalnya merupakan  kegiatan Siaga akan mengingat dan berusaha menghafal nama-nama tersebut serta berfikir bahwa untuk struktur/susunan lingkungan   diperlukan pembagian tugas dan pemimpin yang memimpin. Selain itu Siaga pun akan mengerti bahwa ketua-ketua dan tokoh masyarakat yang telah diketahui nama dan tempat tinggalnya  bertanggung jawab atas lingkungannya.  Sebagai anggota warganya Siaga harus mendukung dan mentaati aturan lingkungan yang telah dibuat bersama.
      Mengenal Ibukota Negara dan Kepala Negara
      • Ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia berkedudukan di Jakarta.  Kepala Negara dijabat oleh seorang presiden yang dibantu oleh wakil presiden.  Nama presiden yang menjabat saat ini adalah Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan wakil nya Bapak Boediono.
      Mengenal Negara Kesatuan  Republik Indonesia (NKRI)
      • Negara Kesatuan  Republik Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke, terdiri atas 33 provinsi. Ibukota propinsi merupakan pusat pemerintahan di tingkat provinsi.
      • Siaga harus tahu nama dan ibu kota propinsi serta nama gubernur diprovinsi tempat tinggalnya.    Pembina mengenalkan beberapa nama-nama provinsi dan ibukota serta nama kepala daerah nya.  
      Mengenal Negara-negara ASEAN
      • Untuk pengembangan lingkungan selanjutnya,  Siaga perlu mengenal beberapa negara tetangga dan negara-negara Asean serta menunjukkan benderanya. 
      • ASEAN singkatan dari Association South East Asia Nation, merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi   negara-negara di kawasan Asia Tenggara.  Negara-negara anggota ASEAN  yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Kamboja, Vietnam, Brunai  Darussalam, Laos, Myanmar dan Indonesia,
      • Untuk pengenalan bendera negara-negara tetangga dan negara Asean, pada saat latihan  Pembina hendaknya telah menyiapkan bendera negara-negara tersebut minimal gambar bendera yang ada di buku untuk ditunjukkan kepada Siaga. Dari pengembangan lingkungan yang terakhir ini pengetahuan Siaga bertambah, tumbuh rasa menghargai negara lain dan pemikiran untuk mengembangkan wawasan ke luar negeri.
        
      Mengenal Wawasan Kebangsaan
      • Pengenalan wawasan kebangsaan akan menumbuh kembangkan rasa ketaqwaan, cinta tanah air, berbagi dan bertoleransi kepada sesama, disiplin serta sikap patriotisme lainnya, yang kesemuanya berdampak positif pada penambahan pengetahuan dan kecerdasan Pramuka Siaga.
      • Pancasila merupakan dasar Negara Republik Indonesia,  dilukiskan dalam bentuk  burung garuda dan disebut Garuda Pancasila yang merupakan lambang Negara RI. Pada leher Garuda dikalungkan rantai yang digantungi sebuah perisai benbentuk jantung Gerakan Pramuka melambangkan perjuangan pembelaan bangsa. Jumlah bulu sayap 17 helai, bulu ekor 8 helai semua mengingatkan pada 17-8-45 yang sangat bersejarah yaitu Proklamasi Kemerdekaan. Kaki garuda memegang pita bertuliskan “Bhineka Tunggal Ika” artinya berbeda-beda tapi tatap satu.
      • Sila-sila pada Pancasila terdiri atas :
                    1.    Ketuhanan Yang Maha Esa.
                    2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab.
                    3.    Persatuan Indonesia.
                    4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
                           perwakilan.
                    5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
      • Pada Lambang Negera RI terdapat perisasi yang berbentuk jantung yang memuat lukisan sebagai berikut:
                    1.  Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
                    2.  Rantai melambangkan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab.
                    3.  Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia.
                    4.  Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
                         kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
                    5.  Padi dan kapas melambangkan sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

      • Dalam pengembangan wawasan kebangsaan selanjutnya, sebagai bentuk pengamalan dalam kehidupan sehari-hari, Siaga harus dapat  menyebutkan perbuatan yang baik sesuai dengan nilai yang terkandung masing-masing sila dari Pancasila.  Cara penanaman nilai-nilai tersebut kepada Siaga, Pembina hendaknya memberikan gambaran baik melalui contoh perbuatan, permainan, nyanyian maupun cerita.
      • Pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dengan menanamkan nilai melalui contoh perbuatan, seperti : (1) menjalankan ibadah sesuai agamanya. (2)    berdoa, setiap kali  akan memulai dan mengakhiri kegiatan, dll.
      • Pengamalan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, penanaman nilai melalui contoh nyanyian:
       Lagu “Kasih Ibu”:
      Kasih ibu kepada beta
      Tak terhingga sepanjang masa
      Hanya memberi, tak harap kembali
      Bagai sang surya menyinari dunia

      • Pengamalan sila Persatuan Indonesia, penanaman nilai melalui contoh nyanyian:
      Lagu “Sabang Merauke”:
      Dari Sabang sampai Merauke
      Berjajar pulau-pulau
      Sambung menyambung menjadi satu
      Itulah Indonesia
      Indonesia tanah airku
      Aku berjanji padamu
      Menjunjung tanah airku
      Tanah airku Indonesia.

      • Pengamalan sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, penanaman nilai melalui contoh perbuatan : (1) mengutamakan kepentingan orang lain dari pada kepentingan sendiri; (2)  tidak bersikap mau menang sendiri; (3) mematuhi peraturan yang dibuat melalui musyawarah.
      • Pengamalan sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, penanaman nilai melalui contoh perbuatan : (1)  memberikan sedekah kepada fakir miskin; (2) ikut dalam kegiatan kerja bakti yang diadakan di sekitar rumah atau di sekolah; (3) berusaha untuk selalu berkata benar dan tidak berbohong.
      Menanamkan Sikap Peduli
      • Sikap untuk mau peduli dalam hal ini memberikan pertolongan terhadap orang lain dapat menyenangkan hati orang yang kita tolong dan memberikan kepuasan pada diri sendiri karena sudah berbuat sesuatu untuk orang lain.  Perbuatan ini akan berdampak positif, karena meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan Siaga.
      • Pembina hendaknya menanam dan menumbuhkan sikap kepedulian tersebut kepada Siaga secara terus menerus, sehingga sikap itu menjadi bagian dari kehidupannya.  Siaga dibiasakan untuk tidak gugup jika melihat kecelakaan. Dia harus bersikap tenang, tidak usah ikut berkerumun atau mendekati korban.  Lihatlah apakah di sekitarnya sudah ada orang dewasa yang berwenang untuk mengurusnya.  Jika belum, maka Siaga memberikan pertolongan dalam bentuk menginformasikan  peristiwa tersebut kepada orang dewasa di sekitarnya untuk kemudian ditindaklanjuti.
      • Bentuk pertolongan lain yang dapat diberikan oleh Siaga adalah mengamati apakah di tempat kecelakaan tersebut sudah ada petugas yang berwenang untuk mengurusnya.  Bila tidak cepatlah melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi atau petugas puskesmas/rumah sakit di sekitar lokasi tersebut, agar korban cepat mendapat bantuan.
      • Dalam pengembangan kepeduliannya, Siaga juga dapat mendengarkan dan memperhatikan keterangan-keterangan yang didengar dari orang dewasa atau petugas yang berwenang menangani korban kecelakaan, misalnya apakah korban luka parah, pingsan, atau meninggal dan sebagainya, untuk kemudian menginformasikannya kepada  dokter, rumah sakit, polisi atau keluarga korban.
      Mengembangkan Kecerdasan Logika

      • Kecerdasan logika-matematika merupakan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan angka-angka dan bilangan serta berfikir logis dan ilmiah. Kecerdasan ini amat penting untuk membantu mengembangkan keterampilan berfikir dan logika seseorang.
      • Dalam upaya  merangsang kecerdasan logika-matematika Siaga, Pembina  dapat melatih Siaga untuk membaca jam digital dan jam analog. Jam berkaitan dengan waktu.  Dalam satu hari satu malam terdapat  24 jam.  Dalam satu jam terdapat 60 menit dan dalam satu menit ada 60 detik.  Angka pada jam digital menunjukkan waktu jam berapa pada hari itu.
      • Contoh jika angka pada jam digital menunjukan angka: 03:12:26, maka membacanya adalah pukul tiga lebih duabelas menit,duapuluh enam detik.
      • Negara Indonesia merupakan Negara yang luas, terdiri dari kepulauan dan lautan. Karena luasnya waktu Indonesia di bagi menjadi tiga yaitu waktu Indonesia Barat (WIB) waktu Indonesia bagian Tengah  (WITA) waktu Indonesia bagian Timur (WIT).  Beda waktu masing masing bagian 60 menit. 
      Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi
      •  Dalam hidup bermasyarakat manusia harus berkomunikasi dengan baik agar dapat dimengerti maksudnya. Komunikasi dapat dilakukan secara langsung dan dapat dilakukan dengan menggunakan alat komunikasi. Komunikasi langsung adalah komunikasi antara satu orang dengan yang lain tanpa bantuan alat komunikasi, misalnya bertatap muka. Komunikasi dengan menggunakan alat komunikasi pada umumnya ada kode-kode tertentu agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik.
      • Alat komunikasi merupakan alat penting untuk membantu komunikasi antara orang satu dengan yang lain. Alat komunikasi tradisional antara lain: kentongan (Jawa). Dengan menggunakan kode pukulan kentongan  tertentu masyarakat suku Jawa dapat melakukan komunikasi, berita atau perintah apa yang tersirat dalam bunyi kentongan.  Tiupan kerang besar  pada suku tertentu diluar Jawa sebagai tanda berkumpul.  Semaphore alat komunikasi dengan menggunakan bendera semaphore yang digunakan untuk menerima dan mengirimkan / menyampaikan berita. Bersiul, dibeberapa kalangan anak muda bersiul masih digunakan sebagai alat komunikasi yang cukup efektif.
      • Dizaman yang semakin maju dan berkembang, alat komunikasi semakin canggih dan mudah untuk  ditemui dan didapati.
      • Alat komunikasi modern antara lain: Telepon rumah dan telepon genggam yang populernya disebut Hand Phone (H.P.).
      • Menggunakan telepon sebaiknya tidak berlebihan, gunakan seperlunya untuk berbicara. Kalau perlu catatlah  hal-hal yang ingin disampaikan.
      • Menguasai penggunaan  Internet dan E-mail, internet merupakan alat komunikasi yang sangat canggih, karena dengan  alat komunikasi ini dapat menjangkau informasi yang lengkap dan luas, namun internet kadang ada dampak negatifnya, sehingga dalam penggunaannya harus ada kontrol baik dari orang dewasa maupun dari penggunanya.
      • Agar dapat mengoperasikan dengan baik alat-alat tersebut perlu pengetahuan dan  keterampilan dari seseorang yang berkompeten  tentang hal tersebut. Pembina sebaiknya memiliki kemampuan untuk mengoperasikan alat komunikasi tersebut.
       Mengembangkan Kecerdasan Berbahasa Verbal
      • Bangsa Indonesia memiliki bahasa nasional sebagai bahasa persatuan. Setiap warga Negara hendaknya dapat menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat.Pada saat latihan dan pertemuan lain Siaga diwajibkan untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
      • Menulis surat adalah merupakan salah satu cara bersilahturahmi yang cukup efektif. Untuk melatih hal tersebut. Siaga diwajibkan untuk dapat menulis surat  kepada teman sebaya atau kepada temannya dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

      Lihat  entri/topik terkait :
      SKU Siaga Mula
      SKU Siaga Bantu
      SKU Siaga Tata

      Sumber :

      Buku Panduan SKU Siaga, Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta, 2011