Sabtu, 26 Januari 2013

SKK & TKK Bahari Krida Sumberdaya Bahari



Tingkat dan Jenis Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK) Krida Sumber Daya Bahari :

Tingkat Siaga :
  1. SKK & TKK  Penangkapan lkan
  2. SKK & TKK Alat Penangkap lkan
Tingkat Penggalang, Penegak dan Pandega :
  1. SKK & TKK Penangkapan lkan
  2. SKK & TKK Alat Penangkap lkan
  3. SKK & TKK Budidaya Laut
  4. SKK & TKK Pengolahan Hasil Laut
  5. SKK & TKK Budidaya Air Payau/Tambak
  6. SKK & TKK Pertambangan Mineral

01. SKK & TKK  Penangkapan Ikan

Untuk Pramuka Tingkat  Siaga
Untuk mencapai SKK Penangkapan Ikan, seorang Pramuka Siaga harus :
  1. Mengetahui manfaat atau kegunaan makan ikan.
  2. Menyukai makan ikan.
  3. Mengetahui, mengenal dan dapat memilih ikan yang masih segar.
  4. Dapat menyebutkan 10 jenis ikan laut dan mimimal mengenal 5 jenis diantaranya.
  5. Dapat menyebutkan 5 jenis alat penangkap ikan dan mengenal minimal 3 jenis diantaranya.
  6. Mengenal 3 jenis umpan ikan.
  7. Dapat mencari dan/atau membuat umpan ikan.
Gambar TKK Penangkapan  Ikan untuk Pramuka Siaga :



Untuk Pramuka  Tingkat Penggalang
Untuk mencapai SKK Penangkapan Ikan, seorang Pramuka Penggalang harus :
  1. Sudah memiliki TKK penangkapan ikan Tingkat Siaga.
  2. Mengenal 5 jenis ikan dan minimal 3 jenis di antaranya beserta sifat-sifat biologisnya.
  3. Mengenal 3 cara penangkapan ikan dan dapat menyebutkan peralatan yang dipergunakan.
  4. Dapat menyebutkan semua cara penangkapan ikan yang merusak lingkungan hidup.
  5. Dapat menyebutkan semua cara penangkapan ikan yang dilarang oleh Pemerintah.
  6. Pernah melakukan atau ikut melakukan penangkapan ikan, minimal dengan menggunakan 2 (dua) jenis alat penangkap ikan.
  7. Mengetahui cara-cara menangani/handling ikan setelah ditangkap agar tetap segar.
  8. Dapat menunjukkan hasil tangkapan ikan yang dilakukan sendiri.
Gambar TKK Penangkapan Ikan untuk Pramuka Tingkat Penggalang :


Untuk Pramuka Tingkat Penegak dan Pandega
Untuk mencapai SKK Penangkapan Ikan, seorang Pramuka Pramuka Penegak dan Pandega harus :
  1. Sudah memiliki TKK Penangkapan Ikan Tingkat Penggalang.
  2. Sering melakukan/ikut melakukan penangkapan ikan dengan minimal 3 jenis alat.
  3. Mengerti berbagai metode penangkapan ikan.
  4. Dapat membuat dan memperbaiki minimal dua jenis alat penangkap ikan.
  5. Dapat membaca peta-peta penangkapan.
  6. Dapat melakukan dan/atau memperagakan cara penangkapan ikan, minimal dengan 3 jenis alat/cara penangkapan.
  7. Dapat menjelaskan hubungan migrasi plankton dengan daerah penangkapan ikan di laut.
  8. Dapat menyebutkan minimal 5 jenis ikan yang dilindungi.
  9. Pernah melatih sedikitnya seorang Pramuka sehingga memperoleh TKK Penangkapan Ikan tingkat Penggalang.
Gambar TKK Penangkapan Ikan untuk Pramuka Tingkat Penegak dan Pandega


02. SKK & TKK Alat Penangkap Ikan



Untuk Pramuka  Tingkat Siaga
Untuk mencapai SKK Alat Penangkap Ikan, Seorang Pramuka Siaga harus :
  1. Dapat menyebutkan 5 macam alat penangkap ikan.
  2. Mengenal sedikitnya 3 macam alat penangkap ikan.
  3. Dapat menggunakan salah satu alat penangkap ikan dengan baik dan benar.
  4. Mengetahui jenis umpan untuk jenis -jenis ikan tertentu.
  5. Dapat mencari atau membuat umpan ikan paling sedikit 3 jenis umpan.
  6. Dapat menyebutkan nama bagian-bagian dari sebuah kail dan kegunaannya.
  7. Dapat membuat pelampung kail.
Gambar TKK Alat Penangkap  Ikan untuk Pramuka Siaga :


 Untuk Pramuka Tingkat Penggalang
Untuk mencapai SKK Alat Penangkap Ikan, Seorang Pramuka Penggalang Harus :
  1. Telah memiliki TKK AIat Penangkap lkan tingkat Siaga.
  2. Mangenal 2 jenis alat penagkap ikan, lengkap dangan bagian-bagian, ukuran dan gunanya.
  3. Dapat menggunakan paling sedikit 2 (dua) jenis alat penangkap ikan dengan baik dan benar.
  4. Dapat membedakan alat penangkap ikan di laut dan di perairan pedalamaan (danau, sungai).
  5. Mengetahui alat-alat penangkap ikan yans merusak lingkungan.
  6. Mengetahui alat-alat penangkap ikan yang dilarang dipergunakan oleh Pemerintah.
  7. Mempunyai pengetahuan tentang macam-macam ikan yang hidup di daerah tempat tinggalnya; dan tahu umpan serta alat untuk manangkapnya.
  8. Dapat membuat salah satu alat penangkap ikan.
  9. Telah melatih sedikitnya satu orang Pramuka sehingga memperoleh TKK AIat Penangkap Ikan Tingkat Siaga.
 Gambar TKK Alat Penangkapan  Ikan untuk Pramuka Penggalang :


Untuk Pramuka Tingkat Penegak
Untuk mencapai SKK Alat Penangkap Ikan, Seorang Pramuka  Penegak harus :
  1. Telah memiliki TKK alat penangkap ikan tingkat Penggalang.
  2. Mangenal dan dapat mempergunakan beberapa alat penangkap ikan.
  3. Dapat memperbaiki kerusakan kecil pada beberapa alat penangkap ikan misalnya: Joran yang patah, tali kail yang putus, jala robek, mengasah mata kail, dsb.
  4. Dapat membuat umpan buatan baik organik maupun anorganik.
  5. Dapat membuat Keramba.
  6. Tahu prinsip-prinsip penggunaan bagang.
  7. Telah melatih seorang Penggalang sehingga dapat memperoleh TKK Alat Penangkap lkan tingkat Penggalang.
Gambar TKK Alat Penangkapan  Ikan untuk Pramuka Penegak :


Untuk Pramuka Tingkat Pandega
Untuk mencapai SKK Alat Penangkai Ikan, Seorang Pramuka Pandega harus :
  1. Telah memiliki TKK Alat Penangkap Ikan Tingkat Penegak.
  2. Mengetahui lokasi penangkapan ikan di perairan lndonesia.
  3. Mengenal beberapa macam alat penangkap ikan di laut dan pernah ikut mempergunakannya dalam penangkapan ikan di laut.
  4. Dapat menjelaskan bentuk, guna dan cara pemakaian jaring biasa, jarring seret, long line, kail bermata banyak.
  5. Mengetahui tempat-tempat berbahaya, tanda-tanda cuaca akan buruk, tanda-tanda akan ada topan, ombak besar, hujan di laut.
  6. Margetahui cara menghindarkan diri dari bahaya di laut.
  7. Mempunyai catatan tentang pengalamannya menangkap ikan dilaut.
  8. Dapat menyebutkan jenis-jenis ikan yang dilindungi.
  9. Telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Penegak sehingga memproleh TKK tingkat Penegak.
Gambar TKK Alat Penangkapan  Ikan untuk Pramuka Pandega :



03. SKK & TKK Budidaya Laut


Untuk Pramuka Tingkat Siaga
  • ditiadakan
Untuk Pramuka Tingkat Penggalang
Untuk menvapai SKK Budidaya Laut, Seorang Pramuka Penggalang harus :
  1. Dapat manyebutkan sedikitnya 3 (tiga) macam binatang dan/atau tumbuh-tumbuhan yang dapat dibudidayakan di laut.
  2. Menyenangi dan pernah memakai atau memakan sedikitnya hasil budidaya laut.
  3. Telah memiliki TKK Renang tingkat Penggalang.
  4. Dapat menyebutkan syarat-syarat hidup salah satu binatang atau tumbuh-tumbuhan untuk budidaya laut.
  5. Dapat menyebutkan alat-alat dan perlengkapan yang dipergunakan dalam usaha budidaya laut, sedikitnya untuk salah satu jenis binatang atau tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan.
Gambar TKK Budidaya Laut untuk Pramuka Penggalang :


Untuk Pramuka Tingkat Penegak
Untuk menvapai SKK Budidaya Laut, Seorang Pramuka Penegak harus :
  1. Sudah mempunyai TKK Budiaya Laut tingkat Penggalang.
  2. Telah memiliki TKK Renang tingkat Penegak.
  3. Menganal dan dapat manggunakan sedikitnya dua buah alat pengukuran di laut, seperti: alat pengukur salinitas, temperatur air laut, kedalaman laut dan sebagainya.
  4. Mengenal sedikitnya tiga jenis binatang dan atau tumbuh-tumbuhan yang dapat dibudidayakan di laut.
  5. Dapat mempergunakan/memanfaatkan alat-alat dan perlengkapan yang dipergunakan dalam usaha budidaya laut, sedikitnya untuk salah satu jenis binatang atau tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan di laut.
  6. Dapat menentukan lokasi budidaya laut bagi salah satu jenis binatang atau tumbuh-tumbuhan laut.
  7. Pernah membimbing seorang Pramuka sehingga memperoleh TKK Budidaya Laut tingkat Penggalang.
Gambar TKK Budidaya Laut untuk Pramuka Penegak :


Untuk Pramuka Tingkat Pandega
Untuk menvapai SKK Budidaya Laut, Seorang Pramuka Pandega harus :
  1. Sudah memiliki TKK Budidaya Laut tingkat Penegak.
  2. Telah memiliki TKK Renang tingkat Pandega.
  3. Mengetahui dan mengenal hama dan penyakit tumbuh-tumbuhan laut (sedikitnya dua macam) yang dapat dibudidayakan.
  4. Mengetahui dan mangenal penyakit hewan laut (sedikitnya lima macam) yang dapat dibudidayakan.
  5. Pernah ikut membudidayakan salah satu janis hewan dan atau tumbuh-tumbuhan laut.
  6. Pernah membimbing seorang Pramuka sehingga memperoleh TKK Budidaya Laut tingkat Penegak.
Gambar TKK Budidaya Laut untuk Pramuka Pandega :


04. SKK & TKK  Pengolahan Hasil Laut


Untuk Pramuka Tingkat Siaga
  • ditiadakan 
Untuk Pramuka Tingkat Penggalang
Untuk mencapai SKK Pengolahan Hasil Laut, Seorang Pramuka Penggalang harus :
  1. Mengetahui manfaat atau kegunaan makan ikan termasuk ikan pengolahan.
  2. Mengetahui manfaat dan kegunaan pengolahan/pengawetan ikan.
  3. Menyukai makan ikan hasil pengolahan.
  4. Mengetahui, mengenai dan dapat memilih ikan yang baik untuk diolah.
  5. Dapat manyebutkan 10 jenis hasil pengolahan/pengawetan dan minimal mengenai 5 jenis diantaranya.
  6. Dapat menyebutkan 10 jenis peralatan yang digunakan untuk pengolahan hasil dan minimal menganal 5 jenis di antaranya.
  7. Dapat menjelaskan cara-cara pengawetan ikan.
  8. Pernah melakukan/ikut melakukan pengolahan ikan minimal satu jenis, dan pengolahan rumput laut (Ranis Ayu).
Gambar TKK Pengolahan Hasil Laut  untuk Pramuka Penggalang :

  
Untuk Pramuka Tingkat Penegak
Untuk mencapai SKK Pengolahan Hasil Laut, Seorang Pramuka Penegak harus :
  1. Sudah memiliki TKK Pengolahan Hasil Laut tingkat Penggalang.
  2. Pernah melakukan/ikut melakukan pengolahan ikan minimal 3 jenis di antaranya.
  3. Dapat membuat dan memperbaiki peralatan yang digunakan dalam pengolahan minimal 3 jenis peralatan di antaranya.
  4. Mengetahui dan mengenal 5 jenis hasil pengolahan dan minimal 3 jenis di antaranya berserta cara/prosedur pembuatannya.
  5. Dapat menyebarkan informasi ke masyarakat sekitarnya akan manfaat makan ikan.
  6. Mengenal 5 jenis hasil pengolahan dan minimal 3 jenis di antaranya beserta sifat-sifat khasnya.
  7. Mengetahui cara/prosedur pengolahan atau pengawetan ikan minimal 3 jenis.
  8. Dapat mengawetkan ikan dengan salah satu cara dikenal.
  9. Pernah membimbing minimal seorang Pramuka untuk memperoleh TKK Pengolahan Hasil Laut tingkat Penggalang.
Gambar TKK Pengolahan Hasil Laut  untuk Pramuka Penegak :


Untuk Pramuka Tingkat Pandega
Untuk mencapai SKK Pengolahan Hasil Laut, Seorang Pramuka Pandega harus :
  1. Sudah memiliki TKK Pengolahan Hasil Laut tingkat Penegak.
  2. Sering melakukan/ikut melakukan pengolahan ikan minimal 5 jenis di antaranya.
  3. Dapat menerangkan sebab-sebab pembusukan ikan.
  4. Dapat membuat dan meperbaiki peralatan yang digunakan dalam pengolahan ikan minimal 5 jenis peralatan diantaranya.
  5. Mengetahui/mengenal 10 jenis hasil pengolahan ikan; minimal 5 jenis pengolahan.
  6. Dapat melakukan dan memperagakan cara pengolahan ikan minima 15 jenis pengolahan.
  7. Dapat mengolah rumput laut menjadi makanan atau bahan yang bermanfaat (make up,  dsb).
  8. Dapat membuat barang-barang kerajinan tangan dari hasil laut.
  9. Pernah membimbing minimal seorang Pramuka untuk memperoleh TKK Pengolahan Hasil Laut tingkat Penegak.
Gambar TKK Pengolahan Hasil Laut  untuk Pramuka Pandega :


05.  SKK & TKK  Budidaya Air Payau/Tambak

Untuk Pramuka  Tingkat Siaga
  • Ditiadakan
Untuk Pramuka Tingkat Penggalang
Untuk mencapai SKK Budidaya Air Paya/Tambak, Seorang Pramuka Penggalang harus :
  1. Mengetahui manfaat/kegunaan makan ikan dan hasil perikanan budidaya lainnya.
  2. Menyukai makan ikan/hasil perikanan budidaya lainnya.
  3. Mengetahui/mengenal dan dapat memilih ikan yang masih segar.
  4. Dapat menyebutkan 7 jenis ikan/hasil perikanan budidaya dan minimal mengenal 4 jenis diantaranya.
  5. Dapat menyebutkan 5 jenis/cara budidaya perikanan minimal mengenal 3 jenis diantaranya.
  6. Pernah melakukan/ikut melakukan budidaya perikanan minimal 1 jenis ikan.
Gambar TKK Budidaya Air Payau/Tambak untuk Pramuka Penggalang :

 
Untuk Pramuka Tingkat Penegak
Untuk mencapai SKK Budidaya Air Paya/Tambak, Seorang Pramuka Penegak harus :
  1. Sudah memiliki TKK Budidaya Air Payau/Tambak tingkat Penggalang.
  2. Pernah melakukan/ikut melakukan budidaya perikanan, minimal dengan 2 jenis ikan.
  3. Mengetahui cara-cara penanganan/handling ikan hasil/hasil perikanan setelah dipanen agar tetap segar.
  4. Dapat membuat dan memperbaiki, minimal 1 alat/cara budidaya perikanan.
  5. Mengenal 3 jenis ikan/hasil perikanan dan minimal 1 jenis beserta caranya.
  6. Mengenal 1 jenis budidaya perikanan dan minimal 1 jenis berserta caranya.
  7. Pernah membimbing minimal seorang Pramuka untuk mernperoleh TKK Budidaya Air Payau/Tambak.
Gambar TKK Budidaya Air Payau/Tambak untuk Pramuka Penegak :



Untuk Pramuka Tingkat Pandega
Untuk mencapai SKK Budidaya Air Paya/Tambak, Seorang Pramuka Pandega harus :
  1. Sudah memiliki TKK Budidaya Air Payau/Tambak tingkat Penegak.
  2. Sering melakukan/ikut melakukan budidaya perikanan dengan minimal 2 jenis diantaranya.
  3. Dapat membuat dan memperbaiki, minimal 2 alat/cara budidaya perikanan.
  4. Dapat mengelola usaha budidaya ikan.
  5. Dapat melakukan dan memperagakan cara budidaya perikanan minimal 2 jenis diantaranya.
  6.  Pernah membimbing seorang Pramuka untuk memperoleh TKK Budidaya Air Payau/Tambak tingkat Penegak.
Gambar TKK Budidaya Air Payau/Tambak untuk Pramuka Pandega :




06.   SKK & TKK Pertambangan Mineral

Untuk Pramuka Tingkat Siaga 
  • Ditiadakan

Untuk Pramuka Tingkat Penggalang 
Untuk mencapai SKK Pertambangan Mineral, Seorang Pramuka Penggalang harus :

  1. Dapat manyebutkan 10 macam mineral dan kegunaannya.
  2. Dapat menyebutkan dan menunjukkan pada peta 10 tempat pertambangan mineral.
  3. Dapat menyebutkan 5 macam mineral yang diambil (berasal) dari daratan dan 5 macam mineral yang diambil (berasal) dari dasar laut.
  4. Dapat menyebutkan sedikitnya 2 contoh mineral bahan bakar, mineral biji-bijian dan mineral industri.
  5. Dapat menyebutkan 5 macam bahan bakar yang berasal dari minyak bumi.
  6. Mengenal sedikitnya 5 macam mineral.
  7. Dapat membaca peta dan mengukur jarak berdasarkan skala pada peta.
  8. Dapat dan pernah membuat satu hasta karya dengan memanfaatkan salah satu jenis mineral.
Gambar TKK Pertambangan Mineral untuk Pramuka Penggalang :



Untuk Pramuka Tingkat Penegak  
Untuk mencapai SKK Pertambangan Mineral, Seorang Pramuka Penegak harus :

  1. Sudah memiliki TKK Pertambangan Mineral tingkat Penggalang.
  2. Mengenal sedikitnya 10 macam mineral.
  3. Dapat menjelaskan apa yang dimaksud dangan mineral strategis, mineral vital, mineral non strategis dan non vital, serta menyebutkan masing-masing tiga buah contohnya.
  4. Dapat menjelaskan apa yang dimaksuk dengan mineral magmatis, mineral sedimentasi, mineral metamorfik dan mineral biologis serta menyebutkan masing-masing 2 buah contohnya.
  5. Dapat menjelaskan prinsip terjadinya : mineral logam, mineral batu bara dan mineral minyak bumi.
  6. Dapat menyebutkan dan manunjukkan pada peta, lokasi dari cekungan minyak bumi, sedikihya 10 diantara 40 cekungan minyak bumi yang ada di dasar laut kepulauan lndonesia.
  7. Dapat menjelaskan prinsip cara penambangan salah satu mineral di luar minyak bumi (misalnya penambangan batu bara, emas, timah, dsb).
  8. Pernah membimbing sedikitnya satu orang Pramuka hingga memperoleh TKK Pertambangan Mineral tingkat Penggalang.
Gambar TKK Pertambangan Mineral untuk Pramuka Penegak :



Untuk Pramuka Tingkat Pandega 
Untuk mencapai SKK Pertambangan Mineral, Seorang Pramuka Pandega harus :
  1. Sudah memiliki TKK Pertambangan Mineral tingkat Penegak.
  2. Dapat menjelaskan perbedaan antara Vulkanisme dan Plutonisme dalam kaitannya dengan pembentukan bijih-bijihan mineral.
  3. Mengetahui perbedaan antara penambangan terbuka dan penambangan tertutup.
  4. Dapat menyebutkan sedikitnya 2 jenis mineral yang : (a)    Hanya boleh ditambang oleh Pemerintah. (b) Boleh ditambang oleh perusahaan swasta. (c) Boleh ditambang oleh rakyat.
  5. Dapat menjelaskan dan menggambarkan lipatan batuan, retakan, dan patahan pada lithosfir (sinklinal, antiklinal, flexuur, horst, slenk).
  6. Dapat menjelaskan prinsip-prinsip explorasi minyak bumi baik di daratan maupun di dasar laut.
  7. Dapat menjelaskan prinsip pengolahan minyak bumi menjadi bensin (dengan cara penyulingan, hidrering dan cracking).
  8. Telah membimbing sedikitnya seorang Pramuka sehingga dapat memperoleh TKK Pertambangan Mineral tingkat Penegak.
Gambar TKK Pertambangan Mineral untuk Pramuka Pandega :




Selamat berlatih. Jadilah insan bahari untuk kejayaan Indonesia

Lihat entri/topik terkait
SKK & TKK Bahari  (jenis & proses pencapaiannya)
SKK & TKK Krida Jasa Bahari
SKK & TKK Krida Wisata Bahari
SKK & TKK Krida Reksa Bahari

Sumber 
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 97 TAHUN 1996
tentang PENYEMPURNAAN SYARAT-SYARAT DAN GAMBAR TANDA KECAKAPAN KHUSUS KELOMPOK KEBAHARIAN.




 



a.      

SKK & TKK Bahari (jenis & proses pencapaiannya)



Pendahuluan
  • Pada hakekatnya kegiatan Saka Bahari merupakan kelanjutan dan pengembangan minat, bakat dan pengetahuan serta ketrampilan para Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega di setiap Gugusdepan.
  • Pelaksanaan kegiatan dan pendidikan di lingkungan Saka Bahari diupayakan sebanyak mungkin dengan praktek, berupa kegiatan-kegiatan nyata di bidang kebaharian, tempat peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya agar dapat diwujudkan pengembangan bakat, minat, kemampuan, ketrampilan dan pengalaman dalam bidang kebaharian.
Pengertian
  • Pengertian Kecakapan Khusus Kelompok Kebaharian, adalah kecakapan, kepandaian, ketangkasan, ketrampilan dan kemampuan serta sikap dan usaha dalam bidang kebaharian tertentu yang dimiliki oleh anggota Saka Bahari sebagai hasil pendidikan dan latihan serta pengujiannya.
  • Tanda Kecakapan Khusus , yang selanjutnya disingkal TKK, adalah suatu tanda yang menunjukkan kecakapan, kepandaian, ketangkasan, ketrampilan, kemampuan dan sikap serta usaha seorang Pramuka di bidang tertentu. Untuk memperoleh TKK seorang Pramuka harus memenuhi Syarat Kecakapan Khusus yang ditentukan.
  • Syarat Kecakapan Khusus, yang selanjutnya disingkat SKK, adalah semua syarat yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka untuk memperoleh TKK tertentu.
Maksud
Sistem Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kebaharian ini dimaksudkan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan dan pendidikan kepramukaan di bidang kebaharian bagi Pembina Pramuka, Pimpinan Saka, Pamong Saka, Instruktur Saka, Dewan Saka dan Pimpinan Krida serta para peserta didik.

Tujuan Sistem Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kebaharian
  • Agar kegiatan dan pendidikan kepramukaan di bidang kebaharian dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna; dan hasiinya bermanfaat serta menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.
  • Untuk mendorong dan merangsang para anggota Saka Bahari agar berusaha memperoleh sejumlah kecakapan di bidang kebaharian, sehingga diharapkan dapat memiliki kecakapan, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman tertentu di bidang kebaharian yang dapat menunjang dan/atau menopang kehidupan dan penghidupannya di masa depan, dalam rangka membaktikan dirinya kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Sasaran Sistem TKK
  • Setiap anggota Saka Bahari memiliki kecakapan, kepandaian, pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan sikap serta usaha tertentu di bidang kebaharian, sehingga menimbulkan rasa bangga memiliki TKK tersebut dan bermanfaat bagi dirinya serta masyarakat.
  • Sistem TKK dapat memperoleh pengakuan dari Instansi pemerintah maupun swasta dan masyarakat, sehingga TKK yang dimiliki oleh anggota Saka Bahari dapat bermanfaat secara nyata untuk memperoleh lapangan kerja.
  • Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega, diutamakan yang menjadi anggota Saka Bahari mampu menumbuhkan rasa cinta laut di kalangan Pramuka dan pemuda.
Kemampuan yang Diharapkan
Setelah dididik dalam wadah Krida-Krida Saka Bahari, setiap anggota Saka Bahari setelah mendapat TKK pada kelompok Kridanya diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut :

Krida Sumber Daya Bahari
  • Tingkat Penggalang : (a)    Memiliki tambahan pengetahuan tentang sumber daya yang terdapat di wilayah laut maupun pesisir/pantai. (b)    Memiliki pengetahuan dasar tentang manfaat sumber daya Bahari. (c)    Mampu menjelaskan manfaat pengolahan sumber daya laut kepada teman-teman di sekolah ataupun di luar sekolah.
  • Tingkat Penegak : (a)    Mampu mengklasifikasi sumber daya Bahari yang terdapat di wilayah Perairan Indonesia. (b)    Mampu menjelaskan manfaat beberapa jenis Sumber daya Bahari bagi kepentingan kesejahteraan masyarakat. (c)    Mampu menjelaskan secara garis besar proses pengolahan beberapa jenis sumber daya Bahari menjadi barang jadi.
  • Tingkat Pandega : (a)    Mampu memasyarakatkan pengolahan Sumber Daya Bahari kepada masyarakat. (b)   Mampu mempraktekkan minimal 2 jenis pengolahan bahan baku hasil laut menjadi bahan jadi makanan, kerajinan dan lain-lain. (c)  Mampu bekerja sebagai karyawan ataupun sebagai pengelola tambak, budi daya laut penghasil ikan atau bekerja pada perusahaan eksplorasi minyak lepas pantai.
Krida Jasa Bahari
  • Tingkat Penggalang (a) Dapat mengetahui dan menjelaskan tentang berbagai jasa di lingkungan kegiatan maritim. (b)    Menjelaskan tentang berbagai peralatan yang digunakan dalam kegiatan jasa Pelabuhan, jasa Perhubungan dan jasa Angkutan Laut.
  • Tingkat Penegak dan Pandega (a)    Dapat bekerja sebagai Karyawan pada beberapa Perusahaan jasa Angkutan Laut. (b)    Dapat bekerja mandiri atau menciptakan lapangan pekerjaan di bidang Jasa Pengangkutan atau Jasa Pelabuhan. (c)    Dapat bekerja sebagai karyawan galangan kapal.
Krida Wisata Bahari
  • Tingkat Penggalang, memiliki pengetahuan tentang : (a)    Geografi Kepulauan Indonesia. (b)    Keindahan alam wilayah Kepulauan Indonesia. (c)    Jenis-jenis ikan, hewan laut dan rumput-rumput laut.  (d)    Obyek wisata Bahari yang terkenal di Indonesia.
  • Tingkat Penegak : (a)    Dapat menjelaskan dengan peta, kota-kota, pantai dan obyek wisata Bahari di Indonesia. (b)    Dapat menjelaskan secara garis besar sejarah, fasilitas dan geografi daerah wisata Bahari minimal 3 (tiga) tempat di wilayah Indonesia. Tingkat Pandega (a)    Mampu sebagai Pemandu Wisata Bahari. (b)    Dapat bekerja sebagai Karyawan Tour and Travel khusus Wisata Bahari. (c)    Dapat menjadi Atlit OIah Raga Air yang handal.
Krida Reksa Bahari
  • Tingkat Penggalang : (a)    Mengetahui secara garis besar cara pengamanan lingkungan laut. (b) Mengetahui cara berkomunikasi di laut. (c)    Mampu mengirim dan menerima berita dengan kode isyarat Internasional.
  • Tingkat Penegak dan Pandega : (a)    Mampu bekerja sebagai anggota Tim SAR Laut. (b)    Mampu bekerja sebagai petugas telekomunikasi di Pelabuhan atau KapaI. (c)    Mampu memberi petunjuk pelestarian lingkungan laut dan pantai.
Macam
Macam TKK Kelompok Kebaharian disusun berdasarkan kegiatan-kegiatan nyata dan produktif di bidang kebaharian, yang sejalan dengan perkembangan teknologi kebaharian dewasa ini, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan kepentingan masyarakat.

Macam TKK Krida Sumber Daya Bahari meliputi :
  1. TKK Penangkapan Ikan
  2. TKK AIat Penangkap Ikan
  3. TKK Budidaya Laut
  4. TKK Pengelolaan Hasil Laut
  5. TKK Pertambangan Mineral
Macam TKK  Krida Jasa Bahari meliputi :
  1. TKK Listrik
  2. TKK Mesin
  3. TKK Pengecatan
  4. TKK Elektronika
  5. TKK Pengelas
  6. TKK Perencana Kapal
  7. TKK Perahu Motor
  8. TKK Pelau
  9. TKK Operator Kran/Derek/Alat Bongkar Muat
Macam TKK  Krida Wisata Bahari meliputi :
  1. TKK Renang
  2. TKK Layar
  3. TKK Selam
  4. TKK Dayung
  5. TKK Ski Air
  6. TKK Pemandu Wisata Laut
  7. TKK Selancar Angin
  8. TKK Penyelamatan di Pantai
Macam TKK  Krida Reksa Bahari meliputi :
  1. TKK Navigasi Laut
  2. TKK Telekomunikasi
  3. TKK Isyarat Bendera
  4. TKK Isyarat Optik
  5. TKK Pelestarian Sumber Daya Laut
  6. TKK Pengemudi Sekoci
  7. TKK SAR di Laut
Tingkat TKK  Kebaharian  diberikan dalam 4 (empat) tingkat sbb :
  1. Tingkat Siaga
  2. Tingkat Penggalang
  3. Tingkat Penegak
  4. Tingkat Pandega
Bentuk TKK Kebaharian sebagai berikut :
  • Tingkat Siaga : Segitiga terbalik dengan Iebar 3 cm, tinggi 2 cm dikelilingi bingkai lebih kurang 2 mm.
  • Penggalang : Lingkaran dengan garis tengah 2,5 cm dikelilingi bingkai selebar lebih kurang 2 mm.
  • Tingkat Penegak : Bujur sangkar dengan panjang sisi-sisinya 2,5 cm dikelilingi bingkai selebar lebih kurang 2 mm.
  • Tingkat Pandega : Segilima beraturan dengan panjang sisi-sisinya masing-masing 2 cm dikelilingi bingkai lebih kurang 2 mm.
Warna TKK diatur sebagai berikut :
  • Warna dasar TKK : Hijau dan putih sesuai dengan bidang TKK yang berlaku.
  • Warna gambar TKK : (a)  Krida Sumber Daya Bahari : Kuning  (b)  Krida Jasa Bahari : Putih  (c)   Krida Wisata : Ungu  (d)    Krida Reksa Bahari  : Merah
Bingkai TKK sebagai berikut :
  • TKK untuk Pramuka Siaga dan Penggalang berbingkai merah 
  • TKK untuk Pramuka Penegak dan Pandega berbingkai kuning
Contoh TKK Kelompok Kebaharian


Selamat berlatih. Jadilah insan bahari untuk kejayaan Indonesia

Lihat entri/topik terkait
SKK & TKK Sumberdaya Bahari
SKK & TKK Krida Jasa Bahari
SKK & TKK Krida Wisata Bahari
SKK & TKK Krida Reksa Bahari

Sumber 
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 97 TAHUN 1996
tentang PENYEMPURNAAN SYARAT-SYARAT DAN GAMBAR TANDA KECAKAPAN KHUSUS KELOMPOK KEBAHARIAN






Jumat, 25 Januari 2013

SKK & TKK Wanabakti Krida Gunawana untuk Pramuka S,G,T, D




SKK & TKK Krida Gunawana
  1. SKK & TKK Pengenalan Jenis Pohon
  2. SKK & TKK Pencacahan Pohon
  3. SKK & TKK Pengukuran Kayu
  4. SKK & TKK Kerajinan Hasil Hutan
  5. SKK & TKK Pengolahan Hasil Hutan
  6. SKK & TKK Penyulingan Minyak Atsiri

01. SKK & TKK Pengenalan Jenis Pohon

Untuk Golongan Pramuka Siaga
Untuk mencapai SKK Pengenalan Jenis Pohon, seorang Pramuka Siaga harus :
  1. Mengetahui ciri-ciri pohon, dengan terlebih dahulu  diperkenalkan dan dijelaskan cirri pohon yaitu: pohon adalah tumbuhan berkayu.
  2. Dapat menyebutkan nama-nama 10 (sepuluh) jenis pohon hutan, dengan terlebih dahulu diperkenalkan dan diceritakan tentang jenis-jenis pohon antara lain: pohon jati, cemara, meranti, agathis, akasia, pinus, jabon, sengon, kayu putih, karet, cendana, dan jenis lain yang ada di sekitar peserta didik.
  3. Dapat mengenal manfaat 5 (lima) jenis pohon bagi masyarakat, dengan terlebih dahulu dikenalkan mengenai manfaat jenis pohon tersebut antara lain: (a) Pohon jati dipergunakan untuk alat-alat rumah tangga: lemari, kursi, meja dan bahan untuk membuat rumah. (b)   Pohon cendana dapat dibuat ukiran yang memiliki bau wangi.
Gambar TKK Pengenalan Jenis Pohon, untuk Pramuka Siaga  :

  
Untuk Golongan Pramuka Penggalang
 Untuk mencapai SKK Pengenalan Jenis Pohon, seorang Pramuka Penggalang harus :
  1. Dapat mengetahui bentuk pohon berdaun jarum dan pohon berdaun lebar, dengan terlebih dahulu dijelaskan dan dikenalkan secara visual ciri-ciri pohon berdaun jarum dan berdaun lebar.
  2. Dapat mengetahui nama pohon yang dilindungi, dengan terlebih dahulu dijelasknn kriteria dan sebab-sebab pohon dilindungi (tidak boleh ditebang).
  3. Dapat mengetahui cara pengenalan jenis pohon, dengan terlebih dahulu dijelaskan dan dilatih dengan melakuknn identifikasi pohon (pada batang dan daun).
Gambar TKK Pengenalan Jenis Pohon, untuk Pramuka Penggalang :



Untuk Golongan Pramuka Penegak
Untuk mencapai SKK Pengenalan Jenis Pohon, seorang Pramuka Penagak harus :
  1. Dapat menyebutkan 5 (lima) jenis pohon penghasil kayu, 5 (lima) jenis pohon penghasil buah, 2 (dua) jenis pohon penghasil minyak dan 2 (dua) jenis pohon penghasil getah-getahan.
  2. Mengenal 2 (dua) jenis pohon melalui praktek pengenalan jenis pohon, dengan terlebih dahulu dijelaskan dan dilakukan praktek pengenalan jenis pohon melalui pengenalan daun dan batang di tempat terbuka (misalnya di Arboretum).
Gambar TKK Pengenalan Jenis Pohon, untuk Pramuka Penegak :



Untuk Golongan Pramuka Pandega
Untuk mencapai SKK Pengenalan Jenis Pohon, seorang Pramuka Pandega harus :
  1. Dapat menyebutkan 10 (sepuluh) jenis pohon penghasil kayu, 10 (sepuluh) jenis pohon penghasil buah, 3 (tiga) jenis pohon penghasil minyak dan 3 (tiga) jenis pohon penghasil getah-getahan.
  2. Mengenal 4 (empat) jenis pohon melalui praktek pengenalan jenis pohon.
  3. Telah membimbing sedikitnya seorang Penegak memperoleh TKK Pengenalan jenis Kayu.  
Gambar TKK Pengenalan Jenis Pohon, untuk Pramuka Pandega  :



02. SKK & TKK Pencacahan Pohon

Untuk Golongan Pramuka Siaga
  • Ditiadakan
Untuk Golongan Pramuka Penggalang Penggalang
Untuk dapat mencapai SKK Pencacahan Pohon, seorang Pramuka Penggalang harus :

  1. Mengenal arti Pencacahan Pohon atau Penghitungan Pohon, dengan terlebih dahulu dijelaskan arti pencacahan pohon, yaitu: dapat menghitung jumlah pohon pada suatu luasan tertentu.
  2. Mengenal beberapa peralatan pencacahan atau penghitungan pohon, dengan terlebih dahulu dijelaskan dan diperkenalkan dengan alat-alat pencacahan pohon antara lain: peta, kompas, christen meter, pi band, tali, cat, dan parang.
  3. Mengenal cara pencacahan atau penghitungan pohon, dengan terlebih dahulu dilatih dan dipraktekkan teknik atau cara menghitung semua jumlah pohon yang dilakukan oleh 1 (satu) regu pada luasan tertentu di hutan terdekat.
Gambar TKK Pencacahan  Pohon, untuk Pramuka Penggalang  :



Untuk Golongan Pramuka Penegak
Untuk dapat mencapai SKK Pencacahan Pohon, seorang Pramuka Penegak harus :
  1. Mengenal tanda-tanda pencacahan pohon, dengan terlebih dahulu dilatih mengenal dan mengetahui pohon yang telah diberi tanda dengan cat sebagai tanda pencacahan.
  2. Dapat menggunakan peralatan pencacahan pohon, mengetahui metode/cara pencacahan pohon dengan terlebih dahulu dilatih menggunakan peralatan pencacahan pohon berupa: tallysheet, kertas kerja, tabel isi pohon dengan metode sensus dan sampling.
  3. Mampu menghitung kebutuhan atau keperluan pelaksanaan pencacahan pohon dengan terlebih dahulu dlatih menyusun rencana dan menentukan kebutuhan/keperluan pelaksanaan pencacahan pohon untuk waktu sekitar 1 (satu) minggu.
 Gambar TKK Pencacahan  Pohon, untuk Pramuka Penegak  :


Untuk seorang Pramuka  Pandega
Untuk dapat mencapai SKK Pencacahan Pohon, seorang Pramuka Pandega  harus :
  1. Menandai pohon yang telah dicacah.
  2. Dapat mempratekkan pencacahan pohon.
  3. Dapat membuat laporan hasil pencacahan pohon. Untuk mencapai Syarat No 1,2 dan 3 di atas terlebih dahulu dilatih melaksanakan pencacahan pohon setelah berlatih pembuatan batas blok petak tebangan selesai ditandai dengan patok setinggi 50 cm, dari jenis kayu awet/beton cor dan densebagainya, selanjutnya juga dilatih melakukan pencacahan pohon dalam 1 (satu) regu dengan membagi tugas setiap anggota regu. Pada akhirnya mampu membuat laporan dengan mengelompokkan data pohon hasil pencacahan.
  4. Telah membibing sedikitnya seorang Penegak memperoleh TKK Pencacahan Pohon
Gambar TKK Pencacahan  Pohon, untuk Pramuka Pandega :


03. SKK & TKK Pengukuran Kayu

Untuk golongan Pramuka Siaga
Untuk mencapai SKK Pengukuran Kayu, seorang Pramuka Siaga, harus :
  1. Mengenal alat ukur kayu dengan terlebih dahulu  dikenalkan alat ukur berupa: scala stick dan pita ukur dan cara membacanya.
  2. Tahu apa saja yang diukur bundar (log) yaitu: diameter kayu dan panjangnya sehingga akan ditentukan besarnya isi kayu, dengan terlebih dahulu dijelaskan 2 (dua) hal yang perlu diukur bagi kayu.
  3. Mengerti perlunya pengukuran kayu dengan terlebih dahulu diceritakan tentang keadaan kayu dan pentingnya pengukuran untuk pendayagunaan secara optimal.
Gambar TKK Pengukuran Kayu untuk Pramuka Siaga  :



Untuk Golongan Pramuka Penggalang
Untuk mencapai SKK Pengukuran Kayu, seorang Pramuka Penggalang  harus :
  1. Dapat menggunakan alat pengukur dengan terlebih dahulu dilatih dan dijelaskan cara menggunakan scala stick untuk mengukur diameter kayu dan pita ukur untuk mengukur panjang kayu.
  2. Dapat mengelompokkan kualitas kayu (growong/mata kayu) dengan terlebih dahulu dijelaskan menge nai nilai kualitas kayu dan cara memilih kayu yang baik dan yang buruk kualitasnya.
  3. Dapat membuat laporan hasil pengukuran kayu dengan terlebih dahulu dilatih dan dipraktekkan cara-cara membuat laporan hasil pengukuran yang berisikan: (a) Jumlah batang yang diukur. (b) Menyajikan volume kayu setiap jenis yang telah diukur.
Gambar TKK Pengukuran Kayu untuk Pramuka Penggalang :


Untuk Golongan Pramuka  Penegak
Untuk mencapai SKK Pengukuran Kayu, seorang Pramuka Penegak, harus :
  1. Dapat mempraktekkan mengukur (melakukan pengukuran) kayu bulat dengan terlebih dahulu dilatih menggunakan alat-alat ukur dan penggunaan tabel volume, tabel reduksi cacat bontos dan cacat gubal busuk berdasarkan keadaan kayu, diameter dan panjang.
  2. Dapat mengelompokkan kualitas kayu (growong/mata kayu) dengan terlebih dahulu diberikan penjelasan tentang pentingnya kualitas kayu dalam pemanfaatan dan perdagangan kayu dan penjelasan tentang cacat kayu growong, mata kayu, retak dan pecah.
  3. Dapat membuat Iaporan hasil pengukuran kayu dengan terlebih dahulu dilatih menghitung hasil pengukuran kayu termasuk pembuatan daftar kayu dan volumenya per sortimen kayu gergajian ataupun kayu bulat (log).
Gambar TKK Pengukuran Kayu untuk Pramuka Penegak :



Untuk Golongan Pramuka Pandega
Untuk mencapai SKK Pengukuran Kayu, seorang Pramuka Pandega, harus :
  1. Dapat menjelaskan pengaruh cacat kayu terhadap nilai suatu jenis kayu dengan terlebih dahulu dijelaskan tentang cacat-cacat kayu yang mempengaruhi dan dapat mengurangi volume kayu.
  2. Dapat menjelaskan pengukuran kayu dengan terlebih dahulu dilatih untuk mempraktekkan dan menjelaskan pengukuran kayu yang ditekankan pada ketepatan pengukuran.
  3. Telah membimbing sedikitnya seorang Penegak memperoleh TKK Pengukuran Kayu.
Gambar TKK Pengukuran Kayu untuk Pramuka Pandega :




04 SKK & TKK Kerajinan Hasil Hutan

Untuk Golongan Pramuka Siaga
Untuk mencapai SKK Kerajinan Hasil Hutan, seorang Pramuka Siaga harus :

  1. Mengenal jenis-jenis kerajinan hasil hutan.
  2. Dapat menyebutkan 2 (dua) jenis kerajinan hasil hutan, untuk mencapai sayarat seperti no 1 dan 2 di atas maka harus terlebih dahulu diceritakan dan diperkenalkan berbagai jenis kerajinan hasil hutan misalnya: (a) Anyaman rotan, (b) Anyaman bambu, dan sebagainya. (c) sebanyak-banyaknya kerajinan hasil hutan yang ada di daerahnya.
  3. Dapat mengenal bahan baku kerajinan hasil hutan, dengan terlebih dahulu diceritakan dan diperkenalkan bahan baku yang digunakan untuk kerajinan hasil hutan yang dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu: (a)  Kayu dan turunannya (triplek), kayu gergajian, kayu limbah. (b)    Non kayu (rotan, bambu)
  4. Dapat menyebutkan peralatan untuk membuat kerajinan hasil hutan dengan terlebih dahulu diperkenalkan berbagai peralatan dan bahan untuk membuat kerajinan antara lain: serut, gergaji, pahat, pelitur dan sebagainya serta cara menggunakannya.
Gambar TKK Kerajinan Hutan untuk Pramuka Siaga  :



Untuk Golongan Pramuka Penggalang
Untuk mencapai SKK Kerajinan Hasil Hutan, seorang Pramuka Penggalang harus :
  1. Dapat menggunakan peralatan kerajinan dan pertukangan dengan terlebih dahulu diperkenalkan dan dilatih menggunakan/mempraktekkan peralatan sesuai fungsinya, contohnya yaitu : ketam/serut untuk menghaluskan permukaan kayu gergajian sesuai keperluannya.
  2. Dapat mengenal pola/rancangan kerajinan hasil hutan dengan terlebih dahulu diperkenalkan dan dilatih cara membuat sebuah pola pembuatan barang kerajian misalnya: membuat pola/gambar patung/ukiran.
  3. Dapat membuat 1 (satu) barang kerajinan dengan terlebih dahulu dilatih dan dibimbing membuat barang kerajinan sederhana sesuai potensi di daerahnya masing-masing misalnya membuat anyaman tikar/bambu.
Gambar TKK Kerajinan Hasil Hutan untuk Pramuka Penggalang  :


Untuk Golongan Pramuka  Penegak
Untuk mencapai SKK Kerajinan Hasil Hutan, seorang Pramuka Penegak harus :
  1. Dapat membuat/memelihara peralatan kerajinan dengan terlebih dahulu dilatih cara-cara membuat dan merawat alat agar tidak berkarat misalnya:  diasah, diberi minyak dan sebagainya.
  2. Dapat membuat salah satu pola/rancangan kerajinan hasil hutan dengan terlebih dahulu dilatih merancang salah satu kerajinan hasil hutan dan menjelaskan proses pembuatannya dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan imajinasi peserta didik.
  3. Dapat membuat 2 (dua) buah kerajinan bermutu dengan terlebih dahulu dilatih membuat kerajinan yang lebih halus dari yang umum dihasilkan.
Gambar TKK Kerajinan Hutan untuk Pramuka Penegak :



Untuk Golongan Pramuka Pandega
Untuk mencapai SKK Kerajinan Hasil Hutan, seorang Pramuka Pandega  harus :
  1. Dapat membuat peralatan sederhana untuk membuat kerajinan dengan terlebih dahulu dilatih cara-cara membuat alat sederhana pembuatan kerajinan hasil hutan antara lain berupa: pisau, pahat dan sebagainya agar dapat mandiri.
  2. Dapat meningkatkan kualitas kerajinan dengan terlebih dahulu dilatih cara-cara menghaluskan kerajinan dengan amplas, kemudian diplitur.
  3. Dapat membuat 3 (tiga) jenis kerajinan bermutu dengan terlebih dahulu dilatih dan dibimbing membuat kerajinan sesuai dengan potensi daerah masing-masing minimal 3 (tiga) jenis dengan hasil (kualitas) yang lebih bermutu dari pada produksi umumnya.
  4. Telah membimbing sedikitnya seorang Penegak memperoleh TKK Pengrajin Hasil Kayu.
Gambar TKK Kerajinan Hutan untuk Pramuka Pandega  :



05.   SKK &  TKK Pengolahan Hasil Hutan

Untuk Golongan Pramuka Siaga
Untuk mencapai SKK Pengolahan Hasil Hutan, seorang Pramuka Siaga harus :

  1. Mengenal hasil hutan kayu dan non kayu.
  2. Dapat menyebutkan 5 (lima) macam hasil hutan. Untuk mencapai syarat no 1 dan 2 di atas maka perlu terlebih dahulu Diceritakan dan diperkenalkan beberapa hasil hutan kayu dan non kayu misalnya : Kayu : kayu bulat (gelondongan), kayu gergajian, kayu lapis. Non Kayu : rotan, madu, getah.
  3. Mengenal hasil hutan olahan dan kegunaannya dengan terlebih dahulu diperkenalkan beberapa olahan hasil hutan yaitu misalnya memperkenalkan sortimen kayu gergajian dan kegunaannya, antara lain: papan digunakan untuk pembuatan pintu rumah, lemari.
Gambar TKK Pengolahan Hasil  Hutan untuk Pramuka Siaga  :


Untuk Golongan Pramuka Penggalang
Untuk mencapai SKK Pengolahan Hasil Hutan, seorang Pramuka Penggalang harus :
  1. Mengetahui tata cara melakukan pengeringan hasil hutan kayu dan mengerti tujuannya dengan terlebih dahulu diberikan penjelasan sampai mengerti tata cara pengeringan kayu dan tujuannya dengan cara antara lain pengeringan udara.
  2. Mengetahui tata cara melakukan pengawetan hasil hutan dan mengerti tujuannya dengan terlebih dahulu dijelaskan dengan melihat tata cara pengawetan dan tujuannya antara lain yaitu pengawetan kayu dengan memberi lapisan penutup .
  3. Mengetahui proses pengolahan hasil hutan kayu.
  4. Mengenal dan dapat menyebutkan cara-cara pengeringan dan pengawetan kayu. Untuk mencapai syarat no 3 dan 4 di atas dengan terlebih dahulu Dibawa ke industri kayu lapis dan diberi penjelasan proses pengolahan hasil hutan kayu sampai peserta didik dapat menyebutkan cara-cara pengeringan dan pengawetan antara lain dijemur dan dipanaskan pada temperatur tertentu.
Gambar TKK Pengolahan Hasil  Hutan untuk Pramuka Peggalang :



Untuk Golongan Pramuka Penegak
Untuk mencapai SKK Pengolahan Hasil Hutan, seorang Pramuka Penegak harus :
  1. Dapat mengetahui sifat-sifat fisika kayu, dengan terlebih dahulu dijelaskan dan dilatih untuk mengetahui sifat fisika kayu dan contoh-contohnya.
  2. Dapat menggambarkan tata letak mesin-mesin pengolahan hasil hutan kayu dengan terlebih dahulu diajak ke pabrik industri perkayuan untuk memperoleh penjelasan tujuan, urutan dan tata letak mesin-mesin pengolahan hasil hutan kayu.
  3. Dapat menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan pengeringan, pengawetan hasil hutan dan penggunaan bahan pengawet, sesuai dengan kebutuhan jenis kayu yang diawetkan.
Gambar TKK Pengolahan Hasil  Hutan untuk Pramuka Penegak :



Untuk Golongan Pramuka Pandega
Untuk mencapai SKK Pengolahan Hasil Hutan, seorang Pramuka Pandega harus :
  1. Dapat menjelaskan keseimbangan sumber bahan baku di hutan dengan kebutuhan pasar dengan terlebih dahulu diberi penjelasan potensi hutan dalam keadaan optimum, penyediaan bahan baku di hutan dan produksi sesuai permintaan pasar.
  2. Dapat menjelaskan upaya-upaya pelaksanaan industri hasil hutan secara optimal dengan terlebih dahulu diberikan penjelasan tentang hubungan antara hutan dan sumber bahan baku, kapasitas industri dan permintaan pasar.
  3. Dapat menjelaskan akibat yang timbul karena pelaksanaan industri hasil hutan antara lain: pengeringan dan pengawetan dengan menggunakan bahan beracun berbahaya dengan terlebih dahulu diberi penjelasan dan diskusi dampak negatif lingkungan industri hasil hutan dengan melihat langsung dampak tersebut.
  4. Telah membimbing sedikitnya seorang Penegak memperoleh TKK Pengolahan Hasil Hutan.
 Gambar TKK Pengolahan Hasil  Hutan untuk Pramuka Pandega  :



06.    SKK& TKK Penyulingan Minyak Atsiri

Untuk Golongan Pramuka Siaga
Untuk mencapai SKK Penyulingan Minyak Astiri, seorang Pramuka Siaga harus :

  1. Dapat mengenal 3 (tiga) contoh minyak atsiri dengan terlebih dahulu diceritakan dan diperkenalkan 3 (tiga) jenis minyak atsiri misalnya : minyak kayu putih, minyak kenari dan minyak tengkawang.
  2. Dapat mengenal 2 (dua) jenis tanaman penghasil minyak atsiri dengan terlebih dahulu diperkenalkan 3 (tiga) jenis tanaman penghasil atsiri misalnapya daun pohon kayu putih untuk memperoleh minyak kayu putih dan pohon eucalyptus untuk mendapatkan minyak eucalyptus.
Gambar TKK Penyulingan Minyat Atsiri untuk Pramuka Siaga  :



Untuk Golongan Pramuka Penggalang
Untuk mencapai SKK Penyulingan Minyak Astiri, seorang Pramuka Penggalang harus :
  1. Dapat menceritakan proses penyulingan dan dapat menghitung rendemen dengan terlebih dahulu diberikan penjelasan dan melihat proses penyulingan dan penghitungan rendemen dengan cara membagi output (produksi) dengan input.
  2. Mengenal beberapa peralatan penyulingan dan cara penyulingan dengan terlebih dahulu diperkenalkan peralatan penyulingan antara lain ketel, kukus, tungku dan melihat proses penyulingan secaru sederhana (misal penyulingan dengan cara dikukus), peralatan penyulingan misalnya ketel, tungku.
 Gambar TKK Penyulingan Minyat Atsiri untuk Pramuka Penggalang :



Untuk Golongan Pramuka  Penegak
Untuk mencapai SKK Penyulingan Minyak Astiri, seorang Pramuka Penegak  harus :
  1. Dapat mempraktekkan penyulingan minyak atsiri dengan terlebih dahulu dilatih untuk menjelaskan dan memperaktekkan proses pembuatan secara sederhana pembuatan penyulingan minyak atsiri tumbuhan tertentu (sesuai potensi daerah).
  2. Mengetahui cara pemeliharaan peralatan penyulingan dengan terlebih dahulu diberikan penjelasan dan mempraktekkan bagaimana memelihara alat penyulingan antara lain : ketel uap, pipa saluran penyulingan, bak pendingin.
Gambar TKK Penyulingan Minyat Atsiri untuk Pramuka Panegak :



Untuk Golongan Pramuka Pandega
Untuk mencapai SKK Penyulingan Minyak Astiri, seorang Pramuka Pandega  harus :
  1. Mengerti dan dapat menjelaskan kegunaan minyak atsiri dengan terlebih dahulu dilatih menjelaskan kegunaan dan manfaat minyak atsiri yang beredar umum dan diperdagangkan.
  2. Telah membimbing sedikitnya seorang Penegak memperoleh TKK Penyulingan Minyak Atsiri
 Gambar TKK Penyulingan Minyat Atsiri untuk Pramuka Pandega


Lihat Entri/Topik Terkait
Satuan Karya Wanabakti 
SKK & TKK Wanabakti (jenis & proses pencapaiannya)
SKK & TKK Kehutanan Umum
SKK & TKK Krida Tatawana
SKK & TKK Krida Binawana
SKK & TKK Krida Reksawana


Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka, No. 63 tahun 1966 tentang Penyempurnaan Syarat-sayarat & Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kehutanan
  • Keputusan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional,  No. 125/PSWB/VIII/1977 tentang Susunan Tim Penyusun Buku Syarat-syarat & Tanda Kecakapan Khusus Saka Wanabakti.